Budidaya ikan nila/Istimewa.

MADURAEXPOSE.COM– – Wilayah Kecamatan Karanganom, Tulung, dan Polanharjo merupakan kawasan minapolitan yang dikenal dengan nama Kalungharjo. Karena itu, ikan menjadi komoditas yang melimpah di kawasan Kalungharjo. Produk makanan ringan UKM Nila Murni dijual di toko milik desa, obyek wisata Umbul Ponggok, dan penjualan on line. Rata-rata sebulan mampu meraup omzet Rp100 juta-Rp120 juta. Pendapatan tersebut belum dipotong biaya produksi dan permodalan kelompok.

Sayangnya tidak semua bagian ikan bisa dimanfaatkan, seperti duri dan kulit. Sehingga duri dan kulit ikan dibuang begitu saja karena yang diambil hanya bagian daging. Namun kini seluruh bagian ikan bisa dimanfaatkan tanpa ada yang terbuang. Olahan ikan berupa makanan ringan merupakan ide kreatif anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ponggok, Ratnasari Irawati Sugiyarto,36, mengatakan, usaha olahan ikan nila dimulai sekitar dua tahun lalu. Mulanya Ratna mewajibkan setiap RW untuk membuat olahan pangan berbahan dasar ikan nila.

”Setiap bulan saya keliling ke PKK di RW. Nah tiap saya datang saya selalu minta anggota PKK untuk memunculkan hasil olahan ikan nila, apapun itu. Akhirnya ada yang bikin nugget, bakso, otak-otak, dan lainnya,” cerita Ratnasari. Dari enam RW di Desa Ponggok, terbentuk lima kelompok PKK dengan anggota sekitar 6-14 orang per kelompok. Ratna mengatakan, untuk mendorong kreasi anggota PKK pihaknya sempat menyelenggarakan lomba olahan ikan antar kelompok PKK.

Hasil olahan ikan nila buatan anggota PKK dianggap memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM). Terlebih lagi, Umbul Ponggok menjadi destinasi wisata air favorit dengan pengunjung 1.000-2.000 orang per hari. Kondisi tersebut menjadi peluang usaha potensial bagi pengembangan UKM olahan ikan nila. Hasilnya kini UKM Nila Murni rutin memasok makanan ringan ikan nila ke umbul Ponggok.

Dalam sehari, PKK Desa Ponggok mampu menghabiskan 25 kg ikan nila untuk diolah menjadi berbagai makanan ringan. Daging ikan digunakan untuk nugget, bakso, otakotak, keripik, abon, cipiran, dan pangsit. Sedangkan kulitnya diolah menjadi kerupuk rambak dan duri ikan menjadi stik.

”Duri ikan dipresto dulu sampai lunak baru kemudian di lembutkan dan dicampur bahan lain seperti tepung dan bumbu. ,” jelas alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

(kmj)

Di Expose sebelumnya oleh okezone.com dengan judul:INSPIRASI BISNIS: Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan


loading...