Mobil Mewah Pakai Kaca Gelap Untuk Selingkuh, Benarkah?

0
1894
Foto DOk Pribadi

Maduraexpose.com- Dibeberapa negara, mobil mewah sering identik dengan kaca gelap alias tidak transparan ketika dilihat dari luar. Ada yang mengira pemasangan kaca gelap itu untuk gaya-gayaan dan bahkan untuk berbuat sesuatu bagi pasangan selingkuh.

Namun anggapan-anggapan negaif itu tak semuanya bisa dibenarkan. Terbukti, di negara arab, pemasangan kaca mobil gelap sudah menjadi trend dengan maksud menghindari terjangan panas gurun pasir. Berikut Mukti Ali Bin Syamsuddin Ali menuliskan kisah rekannya di negara arab melalui situs Kompasiana.com:

”Rupanya mobil dipasang kaca gelap atau kaca film di Arab ini, bukan tujuan untuk gaya-gayaan atau trend,tapi ada maksud tertentu yakni melindungi penumpangnya siapa lagi kalau bukan Madam Arab,dari pandangan laki-laki jahil yang ingin menikmati-melihat sosok indah yang bernama perempuan atau harim atau horma,orang Arab menyebutnya.

Walau mereka wanita Arab sudah memakai abaya hitam-hitam yang hanya menampakan mata dan telapak tangannya, tapi jika sedang naik mobil, apalagi jika sedang macet,tetap saja mengundang para lelaki yang mengendarai mobil, untuk tidak berkedip memandang mereka”

Ok, saya ingin ngomentari tentang tujuan di pasangnya kaca gelap mobil-mobil di Arab?, menurut sahabat saya, tujuan di pasangnya kaca gelap itu untuk melindungi penumpangnya siapa lagi kalo bukan madam Arab dari pandangan laki-laki jahil.

Tanggapan saya, ada alasan yang lebih prinsip mengapa orang-orang di Arab memasang kaca gelap pada mobil mereka, alasannya adalah untuk mengurangi efek panas cuaca gurun. Dan ini sudah saya tanyakan kepada seorang rekan Arab

Dia jelas-jelas mengatakan, benar! ada alasan privasi mengapa orang Arab menggunakan kaca gelap tetapi alasan utama dan pertama tetap karena alasan cuaca panas.

Kemudian tanggapan saya tentang ”laki-laki yang terundang untuk melihat wanita Arab sehingga mereka lupa untuk berkedip”,

Saya pribadi sudah bergaul dengan orang Arab selama enam tahunan lebih, sepanjang itu saya merasakan bahwa para pejantan di Arab tidak ada bedanya dengan para pejantan di seluruh dunia, mereka ada yang salih sehingga benar-benar menjaga pandangan mata mereka dari yang di larang agama, Ada yang malah seneng dengan cowok hihihi, ada yang playboy cap kabel, jadi enggak semua pejantan Arab tukang goda perempuan sehingga kalo melihat perempuan mirip harimau melihat ”buruannya”.

Kengerian saya makin bertambah setelah membaca kalimat ini,

”Mereka tetap agresip ingin mengenal penumpang wanitanya, entah dengan mengirim bluetooth atau apa,intinya ingin berkenalan,tentu saja melakukannya dengan hati-hati dan lihat situasi, takut di tangkap aparat”

Tanggapan saya, ada yang aneh dengan kalimat di atas,” Mereka tetap agresip… sekaligus hati-hati…”, Saya pribadi pernah ke Saudi, bagi saya Saudi adalah negeri yang ketat mengenai persoalan ”asmara” atau apalah namanya. Jangankan menggoda perempuan di depan umum, sama-sama cowok dalam satu toilet aja bisa di tangkap.

Teman saya di Dubai pernah bekerja di Saudi sebagai sopir, dia pernah cerita pengalamannya selama di Saudi, ceritanya begini, ”Pada suatu hari, kebetulan dianya udah kebelet pengen pipis, padahal temennya juga mau pipis, jadi aja mereka masuk bareng ke sebuah toilet umum. Tahu apa yang terjadi setelah mereka keluar dari toilet?, ,mereka langsung di ciduk oleh petugas dan di gelandang ke penjara. Untung dia segera menghubungi majikannya dan kemudian berhasil di tebus oleh majikannya.

Se’-‘gelo-gelo”-nya ‘pejantan Arab, mana berani mereka ngajak kenalan perempuan Arab di depan umum, bunuh diri itu namanya, belum lagi kalo perempuan Arabnya enggak mau dan melaporkan sang pejantan ke suami atau kakak laki-lakinya. Bisa panjang urusan kalo begitu.

Jadi sekali lagi, perempuan di Saudi sudah terlindungi oleh pakaian mereka yang tertutup, belum lagi ada di antara mereka yang pake cadar. kalo sudah pake cadar, apanya yang mau di lihat lagi?

Saya khawatir nantinya perempuan Indonesia yang mau haji atau umroh ke saudi jadi bisa mengurungkan niatnya karena takut dengan pejantan Arab…. Bayangin, udah pake abaya, pake mobil kaca gelap tetep aja ada pejantan Arab yang berani menggoda apalagi kalo mereka melihat perempuan Indonesia yang terkenal ayu-ayu sekaligus ramah-ramah. makanya saya menulis tulisan pembanding ini sebagai perimbangan informasi.

(kompasiana/Mukti Ali Bin Syamsuddin Ali)