MADURAEXPOSE.COM– seorang cewek berinisial J asal Kecamatan Lenteng, T (perempuan) asal Kecamatan Dungkek, dan T (laki-laki) warga Kecamatan Lenteng diduga mesum dalam kamar ko.

Ketiganya terpaksa diangkut Satpol PP, karena saat dilakukan penggerebekan pintu rumah kos yang mereka tempati dalam keadaan terkunci.

“Saat dilakukan penggerebekan, hanya dua perempuan yang ada didalam kamar. Sedangkan pasangan laki-lakinya, ngumpet dalam kamar mandi. Jadi ada indikasi mereka main satu lawan dua,” kata Fajar Rahman, Kasatpol PP Sumenep, sembari guyon.

Setelah itu, pasangan bukan muhrim tersebut diangkut ke kantor Satpol PP, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menariknya, saat dilakukan introgasi di kantor Satpol PP, salah satu orang tua perempuan yang terkena razia menangis, dan meminta agar anaknya dipulangkan.

Bukan hanya itu, perempuan yang terkena razia pun ikut menangis mengikuti tangisan ibu kandungnya.

“Orang tua dan anak, sama – sama nangis saat diintrogasi,” paparnya.

Namun karena mereka yang terkena razia masih sama-sama muda, maka pihak Satpol PP mengaku tidak berbuat banyak dengan cara mengawinkan mereka.

“Karena masih sama-sama muda, kami hanya lakukan pembinaan. Biasanya kami lansung kawinkan. Apalgi yang laki-laki masih mau masuk kuliah,” jelasnya. (DIN/FER)