Relokasi Pedagang Kaki Lima dari Taman Adipura ke lapangan serbaguna Giling di Desa Pamolokan, Sumenep Madura berbuntut panjang.

Pasalnya, sejumlah perwakilan PKL Taman Adipura yang jadi korban relokasi mendatangi kantor DPRD Sumenep dengan didampingi Ketua LSM GAKI (Gerakan Anti Korupsi Indonesia) pada Selasa (26/7/2016).

Perwakilan PKL dan GAKI disambut anggota Komisi II dengan melakukan audinesi diruang kerja para wakil rakyat yang membidangi masalah ekonomi tersebut.

Menurut Ach.Farid Azziyadi, Ketua GAKI, dalam pertemuan dengan Komisi II DPRD Sumenep tersebut, para perwakilan PKL menyampaikan keluh kesah mereka yang merasa dibohongi.

“Sebelum terpilih menjadi Wakil Bupati, Pak Wabup itu berjanji tidak akan menyentuh PKL. Tapi setelah menang dan dilantik menjadi Wabup kami dipaksa untuk pindah ke lapangan Giling Sumenep,” ujar Ach.Farid Azziyadi, Ketua GAKI menirukan pernyataan para PKL diruang Komisi II DPRD Sumenep, Jawa Timur.

Bahkan dalam audinesi itu, PKL yang juga mengaku dijebak untuk menyetujui relokasi dengan ancaman tidak akan kebagian tempat jualan, apabila mereka tidak menandatangani persetujuan diatas materai.

“Perwakilan PKL juga mengaku diancam tidak akan kebagian tempat, kalau mereka tidak mau tanda tangan persetujuan diatas materai. Padahal, seluruh PKL itu tidak setuju direlokasi ke lapangan giling,” imbuhnya.

Kedatangan perwakilan PKL dan GAKI ke DPRD Sumenep juga dalam rangka menyampaikan, bahwa tuntutan mereka suopaya dikembalikan lagi ke Taman Adipura merupakan harga mati.

” Selain menyampaikan tuntutan pengembalian lokasi jualan, mereka juga menyampaikan opsi GNI dan Gotong Royong. Yang penting tidak dilapangan Gililng lagi yang sangat menyengsarakan ratusan PKL,” tandasnya.

Mantan aktivis PMII ini juga menyampaikan ancaman para PKL yang akan turun jalan melakukan aksi bersama seluruh aktivis GAKI dan seluruh keluarga ratusan PKL, mendesak Wakil Bupati Achmad Fauzi segera mencabut keputuasan yang telah merelokasi para PKL ke Giling yang justru membuat para pedagang sengsara.

“Karena sejauh ini, Achmad Fauzi hanya mengedepankan egonya sebagai Wabup yang dinilai telah melahirkan kebijakan yang tidak manusiawi,” pungkasnya. [Uun/Ferry]