Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–Menteri muslim pertama dan anggota kabinet termuda Aida Hadzialic, mengundurkan diri setelah tertangkap mengemudi di atas ambang batas alkohol yang diizinkan.

Dia menyebut, kejadian bahwa ia mengemudi sesudah minum itu merupakan ‘kesalahan terbesar dalam hidup saya.’

Hadzialic, yang tiba di Swedia dari Bosnia-Hercegovina saat berusia lima tahun, minum dua gelas anggur sebelum dihentikan di jembatan yang menghubungkan Denmark dan Swedia.

Dia terancam kemungkinan hukuman hingga enam bulan penjara setelah polisi mendeteksi tingkat alkohol dalam darahnya mencapai 0,2 gram per liter.
Dia mengatakan telah minum segelas anggur bersoda dan segelas anggur merah dalam suatu acara malam di Kopenhagen, Denmark. Dia lalu berangkat ke Malmo, di selatan Swedia, empat jam kemudian.

Hadzialic mengatakan dia semula menyangka bahwa setelah empat jam, sistem dalam tubuhnya sudah bisa menetralisasi alkohol yang diminumnya.

Tentang keputusannya untuk mundur, politisi Demokrat Sosial itu mengatakan kepada wartawan: “Saya memilih untuk melakukan ini karena saya percaya apa yang saya lakukan adalah kesalahan serius.”
Swedia adalah salah satu dari sejumlah negara yang menetapkan batas alkohol sangat rendah untuk mengemudi.

Inggris (kecuali Skotlandia) dan Malta, serta Amerika Serikat menetapkan batas alkohol 0,8 gram per liter darah.

Sebagian besar negara Eropa seperti Jerman, Prancis, Spanyol, Italia -juga Skotlandia: 0.5

Swedia, Polandia, Estonia, Siprus: 0.2

Ceko, Hungaria, Romania, Slovakia – tak mengizinkan ada alkohol sama sekali untuk pengemudi. [bbc]