Melihat Lembaran ‘Kusam’ di Balik Tumpukan Satu Jiwa Satu Buku

0
384

Madura Expose
Perpustakaan umum daerah Kabupaten Pamekasan beberapa bulan lalu mencanangkan program satu jiwa satu buku yang di bagikan secara gratis alias Cuma-Cuma. Program tersebut di luncurkan pada tanggal 23 April 2014 lalu, bertepatan dengan Hari Buku Nasional.

Saat itu, Akhmad Zaini selaku Kepala perpustakaan dan arsip Pemkab Pamekasan mengatakan, awal tahun 2013, pihaknya telah “menyelamatkan” buku-buku kuno tentang Madura. Beruntung, apresiasi masyarakat sangat luar biasa dalam menyumbangkan buku-buku kuno dengan tulisan tangan kuno, termasuk foto kopi buku-buku tentang kebudayaan Madura.

“Sulit sekali membacanya tulisan dari buku-buku kuno ini. Terpaksa kami cetak ulang untuk kepentingan arsip perpustakaan Pemkab”, ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya mengakui sudah ada sekitar 400 judul buku asli Madura. Diantaranya buku kuno berjudul Mantja Barnah 11, Mas Prawirotaroena, Kembhang tjampor bhabder, Madoereesch leesboek dan ratusan buku bersejarah lainnya. Dari semua koleksi buku kuno di Pamekasan, sebagian besar di tulis dalam bahasa Belanda, Prancis dan Carakan.

(fer)