Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Posisi Kementrian ESDM menjadi pos penting yg mendapat perhatian khusus dari Jokowi dan masyarakat. Salah satu diantaranya adalah Putri Pertiwi, mahasiswi Indonesia di Singapura. Putri bersama rekan-rekannya dari berbagai univ di Singapura meluncurkan situs www.beranilawanmafia.com pada siang hari ini.

Dalam wawancara kami dengan Putri melalui sambungan telpon yang tercantum di situs, ia ungkapkan bahwa alasannya meluncurkan situs tersebut adalah karena kegelisahannya melihat kondisi bangsa indonesia yang tidak juga makmur meskipun sumber daya alam melimpah.

“Indonesia itu lebih kaya dan lebih makmur seharusnya dari Singapura, karena sumberdaya alam kita sangat melimpah sementara disini, dengan lahan yang terbatas dan sumber daya alam yang terbatas, Singapura mampu menjadi negeri yg makmur. Bahkan harga BBM di Indonesia mengikuti harga BBM Internasional. Kami melihat ada yang salah dan itu ada pada pengelolaan SDA kita,” tuturnya lugas.

Menurut Putri, keingginan kuat presiden terpilih Joko Widodo untuk membuat perubahan bagi rakyat Indonesia dgn membenahi pengelolaan SDA harus didukung.

“Karenanya pemberantasan mafia migas yg dicanangkan Jokowi harus didukung dgn pemilihan figur yg tepat untuk posisi Menteri ESDM”

Putri jelaskan bahwa pemilihan nama berdasarkan riset mereka atas pemberitaan media dan berbagai polling yg beredar mengenai kabinet Jokowi-JK.

“Untuk saat ini fokus kami di 1 kementrian saja, dan terkait langsung dgn program utama Jokowi untuk memberantas mafia migas. Untuk mafia hutan, mafia lingkungan hidup, mafia hukum dan lainnya kami sedang persiapkan untuk di angkat juga,” pungkasnya.

Dalam situs itu di sebutkan bahwa situs itu dibuat untuk menyelamatkan 4 Milyar barel minyak dari tangan para Mafia. Tertulis juga bahwa mafia yg paling berbahaya bukanlah mafia penyelundupan tapi mafia yg terlibat dalam pembuatan regulasi terkaait sumber daya Energi dan Mineral.

Pengamat politik Jerry Sumampauw menilai bahwa apa yang dilakukan Putri patut diapresiasi. Menurutnya sangat jarang mahasiswa di Indonesia yang tinggal di luar negeri memperhatikan secara detail kondisi bangsanya sendiri.

“Ini patut diapresiasi. Apa yang dilakukan putri dan kawan-kawan saya rasa bentuk kepedulian seorang anak bangsa yang mampu mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri terhadap kondisi bangsanya,” ujarnya. [nr/sru]