Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sejumlah aktivis mahasiswa gabungan dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kabupaten Tuban menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya mahasiswa di Makassar saat melakukan aksi menolak kenaikan harga BBM.

Dalam aksi solidaritas tersebut belasan aktifis mahasiswa tersebut melakukan orasi di depan pintu masuk Mapolres Tuban. Mereka para mahasiswa itu menuntut supaya Kapolres Makasar untuk dipecat atas insiden meninggalnya peserta unjuk rasa itu, Jumat (28/11/2014).

Pantauan beritajatim.com, belasan mahasiswa tersebut dengan membawa sejumlah poster mendatangi Polres Tuban. Mereka langsung melakukan orasi untuk mengutuk keras tindakan dari oknum kepolisian yang mengakibatkan meninggalnya M Arif, salah satu anggota SRMI Makasar.

“Kami mengutuk keras atas tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam bentrokan di Kampus UMI. Yang mana itu mengakibatkan kawan kami meninggal dunia,” ujar Irwandi, salah satu aktivis yang melakukan aksi tersebut.

Para mahasiswa tersebut meminta kepada semua pihak termasuk Komnas HAM, Kompolnas dan juga Komisi III DPR RI untuk menyilidiki kasus tewasnya mahasiswa tersebut. Yang mana M Arif diketahui tewas lantaran terlindas mobil Water Canon milik aparat kepolisian saat melakukan aksi demo penolakan kenaikan harga BBM.

“Pemerintahan Jokowi-JK harus bertangungjawab atas peristiwa itu. Copot Kapolres Makasar, Kapolda Sulsel dan juga Kapolri,” lanjutnya.

Setelah melakukan beberapa menit aksi dengan berorasi di depan pintu gerbang Mapolres Tuban itu, belasan mahasiswa kemudian melakukan aksi tabur bunga di tengah jalan raya Jalur Pantura Tuban itu. Aksi tersebut sebagai simbol keprihatinan para mahasiswa atas kejadian tewasnya aktivis mahasiswa tersebut.

“Ini sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas kami atas meninggalkan satu kawan dari mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM. Karena kenaikan harga BBM hanya membuat rakyat semakin sengsara,” jelas Zainal Syafi’i.

Belasan pendemo tersebut kemudian menyerahkan karangan bunga dan menyampaikan aspirasinya kepada pihak kepolisian Polres Tuban dan diterima oleh Kabag Ops Polres Tuban. Selanjutnya mereka membubarkan diri dengan pengawalan puluhan anggota Polres Tuban.

[mut/but/bjt]