Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Reporter:Luthfiadi
MADURAEXPOSE.COM–Beredarnya lambang palu arit yang identik dengan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) di sejumlah tempat di Pamekasan, Madura disikapi seirus kalangan Ulama Madura., Jawa Timur.

[Baca juga: Lambang PKI Beredar, Ini Pesan Kapolres Pamekasan]

Sikap tegas kalangan Ulama Madura ini disampaikan KH. Fudholi, Ruham, Sekretaris Aliansi Ulama Madura (AUMA) yang juga pengasuh Pon-Pes Al-Fudhali, Pademawu Pamekasan ini mendesak aparat Hukum untuk segera bertindak dan mengungkap siapa dalang dari banyaknya lambang palu arit yang sangat dilarang tersebut.

“Munculnya gambar-gambar palu arit di berbagai daerah di tanah air Indonesia menjadi fakta dan bukti bhwa “Bangkitnya PKI tidak main-main “,ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan beberapa argumentasi yang intinya meminta pihak aparat segera menangkap otak dan pelaku yang telah memasang lambang PKI di sejumlah tempat di Pamekasan, Madura. Berikut 3 hal penting yang disampaikan KH. Fuholi Ruham melalui WA pribadinya yang diterima Maduraexpose.com:

1. Pemerintah melalui jajarannya harus lebih serius melakukan identifikasi, operasi, dan eksekusi terhadp aktifitas, provokasi, teror dengan munculnya gambar-gambar palu arit di berbagai daerah tersebut, sebab pasti ada pelakunya. Mustahil ada gambar tapu tidak ada yang menggambar.

2. Sebenarnya tidaklah sulit bagi PENEGAK HUKUM yang masih konsisten dengan Tap MPRS XXV/1966 danUU 27 th 1999 untuk mengambil langkah-langkah pencegahan PKI THE REAL COME BACK, misalnya dengan Terbitnya buku “Aku bangga jadi anak PKI (2002), Anak PKI Menjadi Anggota Parlemen (2005), Lima Puluh Tahun Anak PKI (2008) dan buku tentang Gerakan Rakyat dan Perubahan (2012) dll.

3. Masyarakat harus terus proaktif mewaspadai munculnya indikasi gerakan PKI dengan melaporkan kepada pihak aparat berwajib sekaligus menjaga kemungkinan adanya gerakan mereka(PKI) berbuat makar sebagaimana yang terjadi pada sejarah kelam bangsa Indonesia sebelum ini, dimana mereka memulai dengan membunuh Ulama, dan tokoh masyarakt.” Jelas KH. Fudholi Ruham saat dikonfirmasi Via akun Whatsapp-nya. [lut/dez/fer]