Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Tim Kuasa Hukum Jokowi-JK di persidangan PHPU Pilpres, Jumat (8/8). Satu diantaranya yang paling berpengaruh di MK adalah Andi Muhammad Asrun yang saat ini menjadi kuasa hukum paslon pilkada Sumenep dari paslon nomor urut 2 ZAEVA [Foto:RES]

MADURA EXPOSE—Bisa jadi orang Sumenep tidak banyak tahu tentang sepak terjang dan kemampuan berikut kredibilitas pengacara kondang Andi Muhammad Asrun yang kini menjadi Kuasa Hukum pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Zainal Abidin-Dewi Khalifah (ZAEVA) dalam Pilkada Sumenep.

Sekedar menginformasikan, bahwa Andi Muhammad Asrun adalah satu diantara 10 Advokat pembela Jokowi-JK di MK pada sengketa Pilpres 2014 silam.

Dari semua advokat yang tergabung dalam Tim Kuasa Hukum Jokowi-JK, hanya Andi M Asrun yang bisa dikatakan paling “akrab” dengan MK. Selain cukup sering bersidang di MK, Asrun juga tercatat pernah menjadi tenaga ahli di awal-awal MK berdiri.

Pria berkumis ini dikenal sebagai Ketua Forum Pengacara Konstitusi, sehingga sangat memahamai bagaimana kultur bersidang di MK. Uniknya, sebagian advokat yang tergabung dalam Forum Pengacara Konstitusi justru menjadi Tim Kuasa Hukum Prabowo-Hatta, Salah satunya, Heru Widodo yang merupakan Sekjen Forum Pengacara Konstitusi.

Selain perkara konstitusi, tak jarang Asrun menangani kasus-kasus yang cukup menarik perhatian publik. Diantaranya, dia dikenal sebagai kuasa hukum seorang murid TK Jakarta International School (JIS) yang menjadi korban pelecehan seksual. Pada 2007, Asrun juga pernah menjadi pengacara mantan Dirut Asabri Subarda Midjaja terkait kasus penyimpangan dana deposito Asabri.

Andi Muhammad Asrun, kuasa hukum pemohon Perselisihan Hasil Pemilukada (PHP-Kada) Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Zainal Abidin dan Dewi Khalifah (ZA-EVA), dengan meyakinkan telah terjadi kecurangan sistematis, terstruktur dan massif (TSM) dalam Pilkada Sumenep 9 Desember 2015 yang menyebabkan suara ZAEVA sebanyak 17.537 hilang.

(HkO/Fer)