http://www.policeline.co/

MaduraExpose.com- Ketua Komisi Hukum dan Pemerintahan DPRD Sumenep, Darul Hasyim menyesalkan terjadinya aksi pemukulan yang diduga dilakukan oleh SU (inisial) salah satu PNS di lingkungan Pemkab setempat kepada beberapa mahasiswa yang tengah menyampaikan orasinya di Hari Jadi Sumenep ke 745 , Jum’at (31/10/2014).

Darul mengutuk tindak kekerasan yang diduga sengaja dilancarkan oknum aparatur pemerintah kabupaten itu. Menurutnya, senyampang tidak anarkhis, siapapun berhak menyampaikan aspirasinya, termasuk kalangan mahasiswa.

“Tak seharusnya kekerasan dilakukan seorang abdi negara, apalagi kepada mahasiswa yang jelas-jelas menyampaikan aspirasinya dengan damai. Siapaun berhak menyampaikan pendapat”, ujarnya.

Darul meminta pihak inspektrorat segera menelusuri kasus tersebut dan jika terbukti melakukan aksi kekerasan terhadap mahasiswa, supaya dilakukan penindakan tegas sesuai aturan yang ada.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Aliansi Mahasiswa Sumekar (FAMS) sengaja turun jalan melakukan aksi di Hari Jadi Sumenep ke 745 tahun. Aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhaap kepemimpinan Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

“Saya tahu persis, yang pukul mahasiswa itu menggunakan pakaian adat. Ini video rekamannya saya simpan”, ujar saksi mata dilokasi kejadian sambil mewanti-wanti supaya identitasnya disembunyikan.

(Jun/Fer)


loading...