Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM- Sabtu (28/10/2017) – Bertempat dihalaman Makodim 0827 Sumenep Jln. Kesatrian No. 1 Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Kab. Sumenep  telah dilaksanakan Upacara dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017.

Bertindak selaku Inspektur upacara Dandim 0827 Sumenep Letnan kolonel Inf Budi Santosa,S,Sos dan sebagai  komandan upacara Danramil 0827/ 02 Kalianet Kapten Inf Taryono dan Pembaca Pembukaan UUD 1945 Kapten Ctp Imam Makum serta Pembaca Teks Keputusan  konggres  pemuda Indonesia 1928 Danramil 0827/10 Ambunten Kapten Inf M. Abidin.

Dalam sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada upacara peringatan hari sumpah pemuda ke-89 tahun 2017  yang dibacakan oleh Dandim 0827 Sumenep  Letnan kolonel Inf Budi Santosa. S,Sos, dalam pidato peringatan hari sumpah pemuda ke – 89 tahun 2017 dengan Thema ” Pemuda Indonesia Berani Bersatu “.

Delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 sebanyak 71 pemuda dari seuruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu Nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.

Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalan sejarah bangsa Indonesia. Sumpah pemuda dibacakan diarena Konggres Pemuda ke – 2 dihadiri pemuda lintas suku, agama dan daerah, di belahan barat Indonesia ada Mohammad Yamin, dari belahan timur Indonesia menemukan pemuda bernama Johannes Leimena ada juga Katjasungkana dari Madura, ada juga Cornelis Lefrand Senduk dari Sulawesi.

Dalam sebuah kesempatan Presiden RI yang pertama Bung Karnopernah menyampaikan ” Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air.

HotNews:  Siswi Sumenep Jadi Budak Nafsu Oknum ASN

“Tapi ini bukan tujuan akhir. Pesan yang di sampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam, khususnya bagi generasi muda Indonesia, api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kitanyalakan, kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, kita harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita”,jelasnya.

Ego inilah yang kadang kala mengemuka dan mengerus persaudaraan kita sesama anak bangsa, kita harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan apalagi golongan.

“Mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia, stop segala perdebatan yang mengarah kepada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda1928 dan juga kepada Bung Karno karena masih harus berkutat di soal-soal ini, sudah saatnya kita melangkah ketujuan lain yang lebih besar yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”timpalnya memaparkan.

Menurut dia, Presiden telah menanda tangani. Peraturan Presiden nomor 66 tahun 2017 tentang koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggara Pelayanan Kepemudaan, melalui Perpres ini peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia terus kita gelorakan, bersama Pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta.

“Kita bergandengan tangan bergotong royong melanjutkan api semangat sumpah pemuda1928 “. Saatnya kita berani bersatu untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia”,imbuhnya lebih rinci.

Dalam pelaksanaan upacara di ikuti Kepala Staf Kodim 0827 Sumenep Mayor Arm Budi Susilo Wibowo, Para Pasistaf, Danramil se Jajaran, Bintara, Tamtama dan ASN Kodim 0827 Sumenep. (pur/fer)