MADURA EXPOSE–Nasib buram para PKL Taman Bunga Sumenep yang baru saja direlokasi ke bagian depan lapangan giling di kawasan Jalan Agus Salim, Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur kian tak menentu.

Ibarat luka yang belum mengering, nasib ratusan PKL yang bernasib malang itu bagai disiram dengan air cuka. Betapa tidak, sejumlah PKL yang dengan susah payah memindah gerobak jualannya ke lapangan giling, justru mendapat respon yang kurang menyenangkan dari banyak pihak. Bahkan, sebagian pedagang mengaku diusir saat hendak mendirikan tenda bahu jalan bagian barat, tepatnya di depan Kantor Kemenag Sumenep.

Perlakuan tidak menyenangkan terhadap para PKL ini sampai juga ditelinga anggota dewan setempat. Bahkan Nurus Salam, anggota dewan dari Fraksi Gerindra DPRD Sumenep mengaku berang dan menuding relokasi ratusan PKL dari Taman Bunga Sumenep ke lapangan Giling dilakukan tanpa perencanaan dan konsep yang matang. Wajar saja, kalau politisi yang biasa disapa Oyuk ini mempertanyakan pihak Pemkab terkait relokasi tersebut, tak ubahnya memperburuk nasib mereka.

“Ini maunya Pemkab merelokasi PKL sebenarnya apa kok malah jadi makin tidak karuan begini. Mereka mau membunuh apa memberdayakan para PKL,” sindirnya dengan nada pedas.

menyikapi nasib PKL yang kian terpuruk, pihaknya berencana akan melakukan langkah-langkah solutif, yang intinya mendesak pihak Pemkab untuk bertanggung jawab atas relokasi yang dilakukan saat ini. [Red/Tim/Ferry]