Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE—Kisruh foto mesra Adezta, warga Pademawu dengan seorang pria mirip Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan- PPP DPRD Pamekasan berbuntut panjang dan mengundang reaksi keras dari kalangan pengurus anak cabang (PAC) disejumlah kecamatan.

Sejumlah PAC PPP Pamekasan meminta ketagasan dari pihak DPC PPP dalam menyikapi persoalan yang saat ini membelenggu salah satu kadernya demi menyelamatkan citra partai berlambang kab’bah tersebut.

“Kami dan sejumlah Ketua dan Sekretaris PAC Partai PPP sudah mengirimkan surat resmi kepada DPC agar segera mengambil tindakan tegas untuk menyelamatkan partai. Siapapun yang dianggap mencoreng citra partai, maka harus diberi sanksi tegas dan kalau perlu dilakukan pemecatan”, ujar Abdul Hadi, Ketua PAC PPP Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura, Jawa Timur saat berbincang dengan Madura Expose, Rabu Malam 23 Maret 2016.

Langkah yang diambil PAC ini, lanjut Hadi, sangat penting demi menyelamatkan partai. Pihaknya meminta petinggi parpol tidak memberikan toleransi dengan alasan apapun bagi kader partai yang melanggar AD/ART partai apalagi diduga melakukan tindakan asusila.

“Ini sudah menyangkut kehormatan partai Islam. Dan kalau sudah menyangkut kehormatan parpol tidak bisa ditukar dengan hal apapun. Jadi kami mendesak DPC PPP Pamekasan segera bertindak tegas”, tandasnya.

Hadi membeberkan, ada beberapa point penting dalam surat PAC yang dikirim ke DPC PPP Pamekasan, antara lain, mendesak DPC PPP Pamekasan segera memberikan pernyataan sikap kepada media massa terkait foto syur mirip anggota dewan dari PPP Pamekasan serta mendesak DPC memberikan sanksi seberat-beratnya kepada oknum yang diduga mengarah kepada Ketua Komisi III dari Fraksi PPP DPRD Pamekasan, Madura. [fer/tim]