Kisruh DAK 2013, Bisri: Kepala Disdik Mundur Saja!!!

0
480

pendidikan-IstSumenep, MaduraExpose.com- Demo mahasiswa Sumekar Raya di jelang tutup tahun kemarin menyisakan PR (pekerjaan rumah) bagi seluruh pihak terkait agar pelaksanaan program pemerintah benar-benar dijalankan sesuai fungsi yang tertuang dalam juknisnya.

Salah satunya terkait realisasi dana alokasi khusus (DAK) 2013 Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang ditengarai kuat menyimpang dan tidak sesuai petunjuk teknis yang ada.

Dalam catatan Mahasurya, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, A.Shadik diduga kuat sengaja mengabaikan atau tidak menjalankan fungsi anggaran sesuai yang diamanatkan. Salah satunya, bantuan unttuk TMI Al-Amin Prenduan, Kecamatan Pragaan sebesar Rp 158 juta dan SMK Darul Ulum Bluto senilai Rp 140 juta.

“Sarat penyimpangan, di TMI Al-Amin malah digunakan untuk paving dan di Bluto malah dibuat untuk membangun gedung PAUD”, tutur Bisri Gie, Koordinator lapangan Mahasurya.

Bisri meminta Kepala Dinas Pendidikan tidak tutup mata terkait realisasi DAK Disdik 2013 yang diduga kuat menyimpang dan tidak sesuai juknis. Ia menuding, Kepala Disdik terkesan melakukan pembiaran dan tutup mata atas persoalan tersebut. Untuk itu, pihaknya meminta A.Shadik sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumenep.

“Kalau Pak Shadik selaku Kepala Disdik Sumenep tidak mampu menindak penyimpangan di dua lembaga itu, baiknya turun saja dari jabatannya.

Kabid Dikmen Disdik Sumenep, Nurul Hamzah mengaku sudah mengetahui persoalan tersebut dan masih dalam pengkajian dan pemeriksaan. Apalagi dua lembaga yang dianggap bermasalah tersebut sudah dilakukan audit BPKP Jawa Timur.

(bhr/g2k/fer)