Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

JAKARTA (MADURA EXPOSE)—Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Ustadz Yusuf Muhammad Martak mengilustrasikan teror bom yang marak terjadi dengan balapan liar sepeda motor anak-anak muda.

“Dalam kasus teror bom ini, saya berpandangan dari kacamata orangtua. Perbuatan teroris sama seperti halnya balapan liar anak-anak muda. Para teroris itu seperti ingin tampil beda, sama halnya dengan anak-anak muda yang melakukan balapan motor liar,” ungkap Ustadz Yusuf dalam diskusi The Newsmaker Forum bertajuk Mengurai Benang Kusut Terorisme yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di kawasan Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Lebih ekstrem lagi, tak puas hanya sekadar adu ngebut, balapan liar anak-anak muda juga melakukan aksi mirip adu banteng.

“Jadi ada itu anak-anak muda ini tak hanya sekadar tampil beda, tapi juga ingin tampil nekad. Maka dilakukanlah balapan dua arah, satu motor berhadapan dengan satu motor. Jadi kalau salah ngambil keputusan ambil jalur kanan atau kiri, maka akan merenggut nyawa. Begitu juga dengan teroris,” jelas Ustadz Yusuf.

Lebih lanjut Ustadz Yusuf mengatakan, aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia mustahil tak terjadi begitu saja. Serta tak mungkin pihak aparat terkait tidak mengetahui adanya rencana-rencana aksi teror.

“Menurut saya kejadian bom Sarinah tidak terjadi begitu saja. Kemudian Mako Brimob, padahal penjagaan teroris dilakukan dengan cara ketat, tapi malah kejadian. 63 tahun saya baru mendengar dan mengalami bom meledak bersamaan dalam waktu serentak di tiga Gereja. Lalu di mana fungsi intelijen, BAIS, BIN?” ujar Ustadz Yusuf.***

[Syf/voi]