MADURA EXPOSE– Ketua LSM Gerakan Anti Korupsi Indonesia meminta Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang pernah mengeluarkan statmen bahwa salah satu alasan merelokasi PKL Taman Bunga karena terindikasi adanya pungutan liar (Pungli).

Pernyataan Wabup itu menurut Farid Azziyadi, Ketua GAKI dinilai tak cukup bukti dan terkesan yang bersangkutan sangat tidak memahami substansi persoalan PKL yang sebenarnya.

“Pak Wabup pernah mengeluarkan statmen ada pungli di ranah PKL Taman Bunga. Saya berani debat publik dengan Wabup soal itu. Dan saya yakin beliu tidak akan berani menunjukkan bukti apapun. Karena hasil investigasi kami di lapangan, tiap bulan PKL itu bayar iuran,” tegas Farid Azziyadi, Ketua Gaki kepada Madura Expose, Kamis (21/7/2016).

Farid meminta semua aktivis di Sumenep bersatu dalam mengusut kemana masuknya uang ratusan PKL Taman Bunga tersebut selama bertahun-tahun yang dipredikasi mencapai ratusan juta rupiah.

Pihaknya juga menyayangkan sikap Wabup yang seolah menutup rapat-rapat masukan banyak kalangan yang jauh hari sebelumnya menolak relokasi tanpa konsep yang jelas seperti disamapaikan salah satu anggota Komisi II DPRD Sumenep.

“Kalau memang wabup menemukan adanya Pungli di PKL Taman Bunga, maka ibarat hendak menangkap tikus, dia tak perlu membakar lumbungnya,” sesalnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat melakukan audiensi dengan Aktifis Anti Korupsi Sumenep (AAKS) menyatakan, jika relokasi PKL Taman Bunga Sumenep merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar lagi.

“Politisi PDI Perjuangan ini dengan angkuhnya mewujudkan kehendaknya tanpa lagi mempedulikan nasib PKL yang kini merana di depan Lapangan Giling Sumenep,”pungkasnya. [ferry]