Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Jakarta, MaduraExpose.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggenjot produksi kedelai dalam negeri agar tak bergantung pada impor. Namun upaya ini menemui berbagai kendala. Apa saja?

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Sumarjo Gatot Irianto mengungkapkan kedelai tak bisa ditanam di sembarang tempat dan lahan yang digunakan untuk tanaman ini memiliki spesifikasi tertentu.

“Lahan yang cocok untuk kedelai biasanya PH-nya netral. Kemudian dia mempunyai kedalaman minimal 20 cm. Biasanya daerah-daerah yang di luar Jawa itu tanahnya masam sehingga butuh dinetralkan PH-nya,” ujarnya di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Berbagai upaya pun dilakukan Kementan seperti membagikan benih kedelai dan memberikan insentif kepada para petani.

“Kedelai di 2019 bantuannya ada satu juta hektar tetapi di luar itu ada namanya swadaya. Daerah-daerah yang biasa menanam kedelai itu ada atau tidak ada bantuan dia tetap menanam kedelai. Kita menggunakan bantuan langsung dan sekarang transfer benih dari pusat ke petani,” sambungnya.

Menurut Gatot, memang diperlukan upaya khusus untuk mendorong produksi kedelai dalam negeri. Salah satunya melalui kewajiban tanam bagi para importir kedelai seperti yang diterapkan pada importir bawang putih.

“Idenya memang seperti bawang putih. Saya kira untuk melindungi produsen dalam negeri dan memberi nilai tambah,” ucap Gatot.

Mengacu pada data BPS pada 2018, kedelai Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, di mana produksi Indonesia hanya sebesar 982.598 ton.

Untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri, Indonesia perlu melakukan impor sebanyak 2,6 juta ton untuk menutupi kekurangan produksi dalam negeri.

Berdasarkan data Kementan, jumlah impor kedelai dari 2015-2018 justru mengalami peningkatan. Impor pada 2015 dan 2016 berjumlah sekitar 2,3 juta ton, lalu di 2017 sejumlah 2,7 juta ton, dan mengalami sedikit penurunan pada 2018 menjadi 2,6 juta ton.

Sementara itu, jumlah produksi kedelai pada rentang waktu yang sama adalah 963.183 ton pada 2015, sebanyak 859.653 ton pada 2016, lalu 538.728 ton pada 2017, dan 982.598 ton pada 2018.

(gatra)