Wabup Achmad Fauzi saat audiensi dengan kalanga kontraktor pengunjuk rasa di Kantor Pemkab Sumenep, Senin 24 Juli 2017.

MADURAEXPOSE.COM–Kekecewaan para kontraktor terhadap proses lelang sejumlah proyek ditanggapi beragam banyak kalangan, mulai dari aksi unjuk rasa hingga protes melalui media sosial seperti facebook.

“sejujurnya aku sdh lelah berteriak menyampaikan aspirasi dijalanan. Namun krn salah satu sasaran adalah PU PENGAIRAN, tiba tiba saja semangat dan jiwa mudaku muncul kembali,” tulis Ainur Rahman, salah satu kontraktor Sumenep melalui akun facebooknya, seperti dilasir MaduraExpose.com, Selasa (25/7/2017).

Direktur Forum Komunikasi Pemuda Sumenep ini juga menyindir, bahwa keterlibatannya dalam aksi unjuk rasa ke kantor Pemkab Sumenep kemarin pagi, dikatakannya sebagai upaya memperbaikan kinerja di Dinas PU Pengairan.

“Aku harus turun dan terlibat untuk memperbaiki PU tersebut, kita harus singkirkan para oknum disitu,” timpalnya.

Pria berjenggot inipun menambahkan dalam curhatan facebooknya, terkait dengan kuatnya dugaan adanya tender bebas yang terindikasi diperjual belikan oknum dinas PU Pengairan.

“Jika kemarin sy baca berita ada dugaan jual beli proyek penunjukan, hari ini sy dengar langsung dr teman teman kontraktor bhw tender bebas juga diduga kuat diperdagangkan /dipermainkan oleh oknum di Dinas tersebut,” pungkasnya.

Hasil penelusuran Maduraexpose.com, ternyata sindiran-sindiran pedas Ainur Rahman di akun facebooknya tersebut mengundang netizen lainnya untuk turut mengomentari.

” Kok baru skrg berteriak?? Bukankah sdh banyak tender2 yg disinyalir d kondisikan oleh dinas salah satunya d dinas peternakan th 2016. Mana ini kok gk ada yg berteriak?? Hehe,” tulis pemilik akun Indra Wahyudi.

” kita tinggal menunggu tindak lanjut dan respon dr pak wabub untuk perbaikan sumenep ke depan,” timpal Abubakar Bahrisy, netizen lainnya.

“Preteli laju… ma’ ollena adegeng proyek ludes….(Di preteli saja, biar hasil dagang proyeknya ludes)”, demikian pemilik akun Assyari Arie menimpali.

[Ferry]
.