Kecewa Pimpinan DPRD, Komisi II Mogok Kerja

0
579
Komisi II disegel sebagai protes terhadap pimpinan DPRD Sumenep (Foto:MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Suhu politik menjelang Pemilhan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) belakangan ini terus memanas, termasuk dikalangan internal DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Naiknya tensi politik dinternal Komisi II DPRD misalnya, sejumlah kalangan menduga karena ketidak tegasan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumenep yang berbuntut pada lumpuhnya aktivitas parlemen. Pasalnya, anggota Komisi II sengaja mogok kerja dan ruang kerja mereka ditempeli pamflet berisi kecaman terhadap pimpinan dewan yang dinilai tidak tegas.

Sejumlah sumber yang dihubungi MaduraExpose.com menyebutkan, munculnya aksi mogok kerja di Komisi II itu karena Pimpinan DPRD Sumenep dinilai ‘pengecut’ karena belum juga menerbitkan SK Ketua Komisi II terpilih.

“Pimpinan DPRD Sumenep lemmot, Kabag Hukum lebay”, demikian bunyi protes yang dituangkan dalam pamflet yang ditempel di pintu masuk komisi II.

Pantauan MaduraExpose.com, ruangan komisi tampak kosong karena seluruh penghuninya sengaja tidak masuk kantor. Bahkan mereka mengancam selamanya tidak akan masuk kerja sampai pimpinan DPRD menerbitkan SK Ketua terpilih .

“ Proses pemilihan Ketua Komisi II, hari jumat lalu sudah melalui prosedur, yakni melalui proses pemilihan sejumlah anggota. Tapi kenapa hingga saat ini belum juga direspin oleh pimpinan DPRD. Buktinya SK hasil pemilihan ketua komisi belum juga diterbitkan”, ujar Hari Ponto, Ketua Komisi II terpilih DPRD Sumenep, Senin (11/5/2015).

Sementara Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep saat dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan keputusan, sebab dalam proses pemilihan ketua komisi II masih belum celar karena pada proses pemilihan tidak dihadiri seluruh anggota komisi .

“Pimpinan DPRD menyarankan internal komisi II untuk islah. Dan bilamana jalur itu belum juga dilakukan maka akan dikembalikan kepada aturan yang ada”, ujarnya.

Politisi asal Kecamatan Talango ini berdalih, jika pihaknya belum membaca surat pemberitahuan dari hasil pemilihan ketua komisi II yang digelar pada hari jumat lalu.

“Sebab surat itu baru ada di meja kerja dan belum dibaca”, dalihnya menambahkan.

(m2d/fer)