Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

SUMENEP, MADURA EXPOSE–Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) mengadakan buka bersama (bukber) sembari menggelar Focus Group Discussion (FGD) seputar radikalisme.

Menurut Imam Arifin, salah satu pembicara dalam kegitan tersebut menjelaskan, pentingnya pemahaman terhadap radikalisme sangat penting dilakukan sebagai gerakan antisipasi menghadapi isu kekinian.

“FGD soal radikalisme ini dilakukan sebagai upaya untuk membendung meluasnya paham paham radikal di Jawa Timur, khususnya disumenep. Terutama kalangan pemuda yang menjadi ujung tombak kemajuan bangsa ini,” ungkap Imam Arifin usai menjadi pembicara dalam FGD soal bahayanya radikalisme kepada Madura Expose, Kamis 30 Mei 2018.

Mantan Aktivis PMII Sumenep ini juga bersepekat untuk memastikan, bahwa kalangan pemuda harus dipastikan tidak menjadi bagian dari penganut paham radikal dalam modus apapun.

Hal senada diungakap juga oleh Busaki, Ketua Panitia FGD.Dirinya berkeyakinan, antisipasi dini dengan cara melibatkan pemuda dalam kegiatan sosial maupun kajian keagamaan, akan memudahkan mereka terhindar dari pengaruh radikalisme yang saat ini menjadi momok masyarakat Indonesia.

“Radikalisme dapat memantik terjadinya konflik sosialantar sesama yang berakibat terhadap kehancuran tatanan kebangsaan,” timpal Busaki selaku ketua panitia acara tersebut but.

Di tempat yang sama, Ahmad Zainullah, tokoh aktivis Pemuda Islam Sumenep menyampailan materinya yang tak jauh berbeda,yakni seputar radikalisme dikalangan pemuda.

Menurut Zain, sapaan akrab Ahmad Zainullah, upaya menangkal radikalisme di Jawa Timur bukan semata-mata menjadi tugas kelompok tertentu, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat yang ada.

“Menangkal paham radikal di Jawa Timur menjadi kewajiban bersama, utamanya bagi para pemuda sebagai generasi penerus. Dengan demikian, kehidupan yang toleran dan harmonis tetap terjaga demi NKRI yang kita cintai ini,”tuturnya.

Pihaknya mengajak seluruh pemuda untuk sama-sama melakukan proses penyadaran terhadap seluruh element masyarakat.

“Utamanya di Jawa Timur, seperti mengadakan FGD yang laksanakan oleh KMS hari ini. Apa lagi menjelang momentum pilgub Jatim, kita berharap bahwa pemimpin yang berjiwa religius nasionalis dapat membendung merebaknya paham radikal itu tidak meluas,” tandasnya.

(Ferry)