MADURAEXPOSE.COM—Masih ingat kasus meninggalnya Mariyatul Qibtiyah, warga Desa Lalangon, Kecamatan Manding, yang meninggal setelah menjalani operasi tumor pada bagian perut di RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, pada bulan Oktober 2016 silam? Saat itu, kasusnya dikawal oleh LSM GAKI yang mengklaim sudah melakukan investigasi dan sempat menemukan kejanggalan, salah satu indikasinya beruapa dugaan penarikan uang kepada pasien oleh oknum tim medis dengan alasan untuk biaya uji lab di Surabaya.

“Hasil investigasi, Kami telah banyak menemukan kejanggalan dalam proses operasi. Salah satunya, tim medis masih meminta uang setelah Operasi untuk uji lab ke Surabaya,” ujar Ketua Gaki seperti dilansir media online.

Terkait temuan LSM tersebut, Direktur RSUD H.Moh.Anwar Sumenep Fitril Akbar, malah membantah adanya indikasi malpraktek tersebut dengan mengatakan pihaknya sudah berkerja sesuai SOP.

“Kalau masalah itu sebenarnya, kita sudah bekerja sesuai dengan SOP yang sudah baku. Intinya, semua yang sudah dilakukan bisa dipertanggungjawabkan,” dalihnya kepada awak media. Namun terkait operasi ulang yang dilontrakan oleh tim medis saat itu, fitril beralibi masih akan melakukan pengecekan pada rekam medis.

“Pada setiap operasi memang ada resiko, tetapi semua tindakan dilakukan sesuai dengan SOP yang sudah baku. Tidak ada yang ketinggalan dari A sampai Z,” elaknya.

Sementara itu disejumlah warga yang dihubungi Maduraexpose.com, pasca terjadinya kisruh soal meninggalnya pasien yang sempat menjalani operasi di RSUD H.Moh.Anwar Sumenep mengaku turut prihatin dan kasus tersebut menjadi pelajaran bagi pihak keluarganya.

“Terus terang dengan adanya kejadian seperti yang kami baca di sejumlah media, malah kami jadi takut untuk membawa keluarga kami yang sakit ke RSUD H.Moh.Anwar. Itu khan hak kami untuk memilih rumah sakit yang lain,” ujar Imam, salah satu warga Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat berbincang dengan MaduraExpose.com disalah satu leseha kopi, Kamis Malam (26/01/2017).

Pihaknya juga berharap, agar Bupati Sumenep segera mengevaluasi seluruh SDM dan pelayanan di RSUD H.Moh Anwar, termasuk pentingnya melakukan evaluasi semisal mengganti direkturnya.

“Rumah sakit itu pelayanan yang paling utama. Sukses tidaknya dalam melayani masyarakat, tergantung dari kemampuan Direkturnya dalam memanage instansinya. Kalau memang dinilai perlu pergantian pimpinan, maka demi keselamatan pasien dan pelayanan yang optimal mutasi perlu dipertimbangkan oleh Pak Bupati,” pungkasnya. [*J88/Fer]