Ist/Net
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep (maduraexpose.com)- Diduga melakukan perbuatan melawan hukum, Kasi Pertamanan dan Kebersihan Pemkab Sumenep, Mohammad Sadik terpaksa berurusan dengan pihak aparat kepolisian dan meringkuk di sel tahanan Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (2/7/2015).

Informasi dari pihak kepolisian, Mohammad Sadik Bin Moh. Hasin diduga kuat membuat laporan fiktif dengan cara memalsukan tanda tangan sekaligus stempel pihak leveransir pembelilan pasir hitam dari pihak UD Syari Jaya, selaku pemilik sah nota belanja dan nota penerimaan barang UD Mutiara Hitam.

Pihak Polres mencurigai Mohamad Sadik tidak sendirian dalam memuluskan aksinya. Penyidik terus mendalami kasus tersebut karena tidak menutup kemungkinan masih banyak tersangka lain yang disinyalir ikut terlibat. sumber di kepolisian menyebutkan kerugian negara berkisar Rp 100 juta, yang disebabkan ulah tersangka yang mengerjakan penimbunan tempat pembuangan akhir (TPA) fiktif di dusun Tanunggul, Desa Batuan Kecamatan Batuan, Sumenep.

“Karena berkas sudah lengkap, polisi melakukan penahanan terhadap tersangka”, ujar Kapolres Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana, melalui Kasubag Humas Polres AKP Hasanuddin.

(bbs/mex)