Ilustrasi Foto: Okezone dari sumber Antara
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Kericuhan yang terjadi dalam Rapat Kerja Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, di Gedung Organisasi Wanita (GOW), Sabtu (4/6/2016). Suami Bupati Faida, Abdul Rohim, nyaris terluka.

Rohim terkena timpuk kursi plastik yang dilemparkan dari arah belakang deretan peserta. Tak jelas siapa yang melemparkan. Suasana tak terkendali, dan sesama kader PDI Perjuangan terlibat adu pukul.

Pimpinan sidang rakercab Agus Hadi Santoso membenarkan adanya kejadian itu. Ia mengatakan, sebenarnya sore itu agenda acara adalah peringatan Hari Kelahiran Pancasila dan rapat kerja internal yang juga melibatkan ketua ranting dan pengurus anak cabang.

Acara seremonial lancar. “Memasuki rakercab, teman-teman PDIP yang mengikuti rakernas (rapat kerja nasional), termasuk Bu Faida, memberikan presentasi,” kata Agus.

Rakercab baru dimulai interupsi terjadi. Hadi berhasil mengatasi berbagai interupsi. Satu pihak meminta agar rakercab dihentikan dengan alasan ketidaksiapan. Namun pihak yang yang lain memandang rakercab perlu diteruskan.

Namun emosi meletup. Suasana tidak kondusif, dan ada pengurus anak cabang yang melakukan aksi walkout. Dengan susah payah, Agus berhasil mendinginkan forum.

Faida lantas dipersilakan memberikan paparan materi pertama soal sinergisitas program pembangunan di Jember dengan program pembangunan nasional.

Saat Faida memberikan presentasi, hujan interupsi terjadi kembali. “Agak sedikit parah dan tidak terkontrol,” kata Agus. Ucapan kader yang memprotes Faida tidak terkendali dan emosional.

Faida akhirnya emosi. Ia memberikan pemaparan dengan menggebu-gebu.

Saat memberikan pemaparan, faida sempat mendapat pertanyaan dari salah satu kader. Agus lupa pertanyaannya. Namun yang jelas, Bupati Faida tidak menjawabnya dan akhirnya kader yang bertanya tadi marah.

Faida pun memarahi kader tersebut. “Dia bilang: tolong jangan berdiri, jangan menuding-nuding, duduk saja, bicara yang sopan. Kalau tidak sopan, saya yang keluar atau Anda yang keluar,” kata Agus.

Setelah menjelaskan, Faida pulang, dan paparan dilanjutkan pengurus DPC lainnya. Agus Hadi pun memimpin sidang lanjutan. “Kendati ada kericuhan, acara terlaksana sampai akhir. Lebih dari 25 pengurus anak cabang hadir, dan saya beri waktu untuk memberikan usulan rekomendasi dan dikirim ke DPC. Intinya rakercab selesai, dalam substansi materi,” katanya.

[wir/bjt]