MADURA EXPOSE– Tedy Muhtadi, salah satu Fungsionaris GPMD (Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Desa) berharap agar Kedatantan Presiden Jokowi ke Sumenep juga mampu meningkatkan kinerja aparat penegak Hukum dalam menuntaskan sederet kasus dugaan Korupsi yang hingga saat ini masih ngendon di Kejaksaan Negeri Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Kami berharap kehadiran Presiden Jokowi ke Sumenep berdampak pada meningkatnya kinerja aparat hukum dalam menangani kasus-kaaus dugaan korupsi yang masih menumpuk,” demikian ditegaskan Tedy Muhtadi, Fungsionaris GPMD kepada awak media di Sumenep, Minggu 28 Oktober 2018.

Sebelumnya, kalangan aktivis Sumenep yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, mempertanyakan komitmen kejaksaan dalam menuntaskan berbagai kasus korupsi.

Diantaranya yang disorot mahasiswa mengenai kasus raskin dan prona di beberapa desa dan dugaan kasus lainnya di lingkungan Pemkab Sumenep.

” Apa yang telah diperbuat kejaksaan selama ini, khususnya dalam penanganan kasus korupsi,” ujar Mahfud,Korlap Aksi KMS.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Bambang Sutisna, menjelaskan, selama ini pihak Kejari Sumenep dalam menangani berbagai kasus, utamanya korupsi berjalan cukup baik dan beberapa kasus telah masuk ke meja pengadilan. (tim/ajm/fer)