demo-pt-wus-fams-sumenepSerangkaian aksi unjuk rasa mahasiswa yang menuntut Sitrul Arsy, Direktur PT.WUS segera dicopot dari jabatannya. (BBS/MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Meski hanya berjumlah delapan orang, semangat aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Fron Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) tak pernah surut mendesak Bupati Sumenep, A.Busyro Karim untuk segera mencopot Sitrul Arsy, Direktur PT WUS di Jalan Jalan Trunojoyo, Sumenep, Madura,Jawa Timur.

FAMS menilai, pemecatan Sitrul dari jabatannya sebagai Direktur PT.WUS merupakan harga mati yang harus segera direalisasikan oleh Bupati dengan alasan tidak pernah menyumbang pendapatan asli daerah (PAD), melainkan selalu merugi dan merugi.

“Kepada yang terhormat bapak Bupati Sumenep,, Kami meminta bupati segera menuntaskan persoalan ini. Copot Sitrul dari jabatannya sebagai Direktur PT.WUS agar BUMD tidak dikorbankan”, terang Hasmi, Korlap aksi FAMS sambil menaiki tembok pagar Pemkab Sumenep. Kamis (12/2/2015).

Dengan “absennya” PT WUS dalam penyetoran PAD selama dibawah kepemimpinan Sitrul Arsy, lanjut Hasmi, dianggap sebuah keganjilan dan sangat tidak masuk akal.

“Padahal PT WUS membawahi beberap badan usaha lain seperti SPBBU, Futsal, perbengkelan. Realitasnya kok malah hanya membebani APBD. Ini sangat tidak rasional”, imbuhnya usai melakukan aksi unjuk rasa.

Pihaknya mengkalkulasi, sejak tahun 2013 silam, penyertaan modal sebesar Rp 1 miliar terlah dialirkan ke PT WUS. Ironisnya selalu beralasan rugi dalam pengelolaannya. Hasmi menduga, pengelolaan diinternal PT WUS tidak dijalankan secara transparan.

(Im’s/Fer)