MADURA EXPOSE. SUMENEP–Ketua Komda Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Sumenep, Ahmad Azizi mengecam keras pelaksanaan Jatim Specta Night Carnival (JSNC) yang digelar di depan Masjid Jamik Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu (20/10/2018) malam lalu.

Menurut Azizi, pelaksanaan JSNC didepan Masjid Jamik Sumenep dinilai tidak menghargai kearifan lokal, terutama yang berkaitan dengan simbol Islam.

“Kami mengecam keras pelaksanaan Jatim Specta Night Carnival di depan Masjid Jamik Sumenep. Masjid adalah simbol agama Islam. Jelas ini bertentangan dengan ajaran Islam,” ujarnya kepada MaduraExpose.com,Selasa 23 Oktober 2018.

Menurut Azizi, Jatim Specta Night Carnival itu acara kebudayaan bukan keagamaan. Penempatan didepan Mesjid Jamik justru dinilai merendahkan simbol Islam dan merusak kebinnekaan, karena cendrung menunjukkan seolah-olah festival itu lahir dari rahim Islam.

“Lebih pas jika Jatim Specta Night Carnival itu digelar ditempat umum saja. Apalagi Sumenep memiliki banyak lapangan luas dan representatif menggelar acara begituan. Apalagi berkaitan dengan Keraton Nusantara,” tandasnya penuh kecewa.

Aktivis asal Kecamatan Ganding ini menandaskan, kejadian memilukan itu bukan hanya sekali ini terjadi. Beberapa waktu, konser dangdut dekat masjid jamik juga menuai kecaman, apalagi Bupati saat itu diduga menerobos adzan dengan tetap melanjutkan hiburan.

“Lain kali kalau mau mengadakan festival lagi harus benar-benar diperhatikan lokasinya dan harus sesuai dengan konteks acaranya. Masa tari-tarian yang melibatkan kaum perempuan digelar didepan mesjid Jamik. Ini khan nggak etis. Hargai dong budaya lokal yang sangat memulyakan masjid sebagai tempat ibadah umat Islam.”,tutupnya.

(Arbania)