Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM– Peringatan bagi pelaku kejahatan. Masyarakat semakin muak dengan aksi-aksi yang merugikan dan mengancam nyawa orang lain. Main hakim sendiri tampak jadi pilihan untuk melampiaskan kemarahan.

Penganiayaan itu didapatkan Ad (17) dan Rn (17). Dua remaja ini nyaris tewas dalam upaya menjambret handphone (Hp) calon korbannya. Mereka tertangkap massa didigebuki ramai-ramai hingga babak belur.

Kejadiannya, kemarin (27/3), pukul 11.00 WIB di Jalan KH Balqi, Lr Banten III, Kelurahan 16 Ulu. Kedua warga Kelurahan Bagus Kuning itu menjambret ponsel milik Frisca (23), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang.

Saat itu, korban sedang melintas di lokasi, hendak menuju posko KKL di Banten VI. Tiba-tiba, kedua tersangka naik Beat putih mendekat. “Lalu, salah seorang dari mereka merampas Hp yang saya pegang,” ungkap korban di Polsek Seberang Ulu (SU) II.

Korban tak tahu persis bagaimana kedua pelaku tertangkap. “Yang saya tahu, mereka sudah dipukuli warga,” tutur mahasiswi yang tinggal di Jl Ahmad Yani itu. Dengan luka cukup para, keduanya dibawa ke IGD RS Muhammadiyah Palembang. Salah seorang dari mereka belum sadarkan diri, satunya luka berat.

Polisi menyita sepeda motor Beat BG 4069 AAE yang digunakan pelaku untuk beraksi, serta ponsel Oppo J3 milik korban. Tersangka Ad yang ditemui di UGD rumah sakt tak mengelak sudah melakukan penjambretan itu. “Iya pak, kami yang merampasnya. Kalau berhasil tadi mau dijual, uangnya untuk jajan,” tandasnya sambil merintih kesakitan.

(chy/ce2/sumeks)