Ilustrasi shalat berjamaah/net.

MADURAEXPOSE.COM—Munculnya dualisme panutan Masjid Baitur Rohman Dusun Tlageh, Desa Mambuluh Barat, Tambelangan, Sampang, Madura, Jawa Timur terus berbuntut perselisihan di dua kelompok yang bersebrangan.

Adapun dua figure yang ditokohkan masyarakat setempat, yakni Ustadz Ahmad Zaini (27) dan Ustadz Ibror (26). Informasi yang dapat dipercaya menyebutkan, dua tokoh ini dikenal beda pemikiran yang berakibat retaknya harmonisasi antar warga.

Masing-masing kubu menginginkan satu dari dua tokoh itu yang dipandang layak untuk dinobatkan sebagai panutan. Namun, sayangnya tokoh yang dipilih tidak sesuai dengan harapan masyarakat setempat.

Perselisihan yang terus memanas didua kubu tersebut berimbas kepada berkurangnya jamaah masjid Baitur Rohman. Hal itu juga mengancam keberlangsungan shalat jum’at di masjid tersebut yang hanya menyisakan belasan orang.

“Akibat perselisihan dua figure yang ditokohkan di masjid tersebut, banyak warga yang memilih pindah shalat ke masjid lain. Kondisinya makin meperihatinkan, “ujar sumber terpercaya yang dilansir MaduraExpose.com, Minggu 14 Mei 2017.

Melihat ketegangan warga yang belum juga mereda, sejumlah tokoh meminta pihak Kepala Desa setempat untuk segera turun tangan. Jika tidak, warga khawatir jamaah masjid akan bubar.Dan berdasarkan keterangan warga, jamaah masjid Baitur Rohman hanya menyisakan sebanyak 14 orang.

“Jamaah masjid sepi Mas,”ujar Abdus Somad, salah satu warga yang dihubungi awak media.
Sepinya jamaah masjid itu, lanjut Somad, pemicunya terletak pada system kepemimpinan masjid yang secara structural dianggap sangat tidak relevan.

Kekacauan system itu, lanjutnya, terlihat sejak awal pembuatan masjid yang dinilai miskin musyawarah antar tokoh masyarakat.

“Indikasi lain, kami melihat adanya sabotase dari pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan dalam kegaduhan ini,” pungkasnya. [rul/fer]

HotNews:  35 Pelaku Pengrusakan Atribut Demokrat Mengaku Disuruh PDIP