Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

JAKARTA (MADURA EXPOSE), Munculnya propaganda tentang internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah menarik perhatian banyak pihak. MIUMI, MOI dan Ikatan Ulama’ dan Da’i se-Asia Tenggara mewakili umat Islam Indonesia merasa perlu menyampaikan pernyataan sikap.

 
Umat Islam Indonesia menilai  Internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah akan menimbulkan problema besar dan persengketaan serta perselisihan yang sangat berbahaya dan dapat memicu situasi chaos dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Bahkan dapat menjadi ancaman bagi stabilitas dua tanah suci dan wilayah sekitarnya,”kata Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir di Jakarta, Kamis, (15/2/2018).

Menurut Bachtiar, Pemerintah Saudi Arabia telah memberikan perhatian yang sangat besar dalam penyelenggaraan Ibadah Haji serta ururan dua tanah suci. Hal ini terbukti dengan pembangunan dan renovasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta perluasan keduanya berlipat-lipat ganda serta pembangunan jalan dan sarana – prasarana yang sangat berkualitas demi kemudahan pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

“Dan Saudi Arabia terus  menerus membuat kedua masjid suci tersebut  semakin besar dan indah dari waktu ke waktu,”ujarnya.

Berdasarkan apa yang tersebut di atas, lanjut Bachtiar, maka tidak ada kebutuhan dan alasan untuk internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah

“Oleh karena itu, Indonesia yang diwakili oleh para ulama dan tokoh- tokohnya serta bangsa Indonesia secara umum menolak semua upaya untuk internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah dari pihak atau negara manapun juga,”tandasnya. 

(bil/voi)