Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MaduraExpose. Proses penyelenggaraan pemilu tidak hanya ditentukan oleh faktor pemilihan jenis kotak suara.

Demikian yang dikatakan Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini dalam diskusi bertajuk “Pasca penetapan DPT Perbaikan Tahap II: Bagaimana Perlindungan Hak Pilih Kelompok Rentan? di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Guntur, Jakarta Selatan, Minggu (16/12). 

“Jadi, integritasnya itu tidak hanya ditentukan oleh bahan kotak suaranya semata, tetapi juga penyelenggara yang juga bekerja, pengawasan yang melekat padanya dan pengamanan atas kotak itu,” ujar Titi.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk menggunakan kotak suara karton dalam Pemilihan Umum pada 17 April 2019 mendatang, ternyata banyak reaksi yang mencuat terkait hal itu.

“Sekarang yang harus kita evaluasi apa instrumen yang melengkapi kotak suara karton itu, bagaimana KPU memastikan petugas di lapangan bisa mengamankan kotak suara dengan baik, bagaimana Standart Operating Procedure (SOP), seperti apa pengawasannya,” jelasnya.

Dikatakan Titi, untuk mengatasi spekulasi dan kontroversi tersebut KPU seharusnya memberikan penjelasan, baik secara utuh,  komprehensif, terukur, akuntable dan sistematis kepada publik.

“Sehingga publik tidak dibawa ke arah spekulasi dan informasi yang sifatnya menyesatkan,” ungkapnya.

Sebab, tambah Titi, jika masyarakat menerima informasi yang spekulatif dan manipulatif dapat mengganggu kredibilitas dan kepercayaan publik.

“Yang pada akhirnya menjadi upaya mendelegitimasi proses pemilu,” pungkasnya. [lov]