Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Ternyata Carok Pasar Anom Pembacokan, Korbannya Ari Wibowo

Madura Expose—Berita carok yang ditayangkan Madura Expose mendapat respon dari banyak kalangan yang ingin mengetahui prihal sebenarnya apa yang terjadi di kompleks pasar Anom.

Berdasarkan hasil penelusuran tim investigasi dilapangan sejak siang hari, beberapa orang yang dimintai keterangan di pasar Anom Baru Sumenep enggan berkomentar dengan alasan takut dilibatkan dalam persoalan “carok” tersebut.

Dari hasil penelusuran dan informasi yang dikumpulkan tim EXPOSE MALAM (maduraexpose.com), kasus yang hampir menewaskan Ari Wibowo, warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru tersebut berawal dari kesalah pahaman pengguna jalan.

Saat itu sekitar pukul 05.30 WIB, Ari Wibowo yang tak lain sopir MPU jurusan Rubaru-Kota Sumenep hendak membelokkan mobilnya dari arah selatan (sisi kiri jalan) dekat pintu masuk Pasar Anom Baru dengan posisi lampu lighting siaga menyala. Namun begitu hendak memutar mobil menuju arah selatan sisi timur jalan, tiba-tiba seorang pengendara speda motor dari arah selatan menghantam bagian belakang mobilnya.

“Pemilik speda motor itu bukannya minta maaf, malah teriak-teriak memaki-maki saya. Sontak saja saya turun dari mobil, tapi teman-teman sopir meminta saya segera naik ke mobil dan memindah kendaraan saya. Tapi pengendara speda motor itu malah mengeluarkan pedang”, terang Ari Wibowo saat dihubungi Madura Expose, Minggu Malam sekitar pukul 23.00 WIB, (17/4/2016).

Masih menurut Ari, pemilik speda motor yang menghantam mobil miliknya tersebut tak hanya mengeluarkan pedang. Namun orang tersebut malah memburunya sambil berusaha membacok dengan pedang terhunus ditangan pelaku.

“Saat menebaskan pedangnya itu, saya menghindar dengan menutup pintu mobil. Akibatnya kaca mobil pecah. Pelaku terus memburu saya hingga ke dalam Pasar Anom Baru. Dia juga berusaha menabrakkan kendaraannya kearah saya”, imbuhnya.

HotNews:  Tragedi Kematian Siswa Usai Dipukul Gurunya di Sumenep

Sebelum korban dibacok denga pedang, Ari berusaha mengindar dari serang maut dengan cara melompat kearah penjual tomat. Anehnya, tak ada seorangpun yang berani melerai aksi brutal pemilik speda motor tersebut.

“Saat saya hendak dibunuh, tak ada seorangpun yang mebela saya Mas. Mereka hanya menonton dengan wajah tegang”, lanjutnya.
Rupanya pengendara speda motor itu, lanjut Ari, tidak kapok melihat dirinya jatuh telentang. Malah pelaku meneriaki dirinya copet hingga beberapa orang ikut menggebuki korban.

“Saat tubuh saya jatuh telentang, orang-orang menggebuki saya karena diteriaki copet oleh pelaku. Pada saat itulah tubuh saya dibacok dengan pedang pelaku hingga banyak luka ditubuh saya”, imbuhnya.

Akibat penganiayaan dan pembacokan yang dilakukan oleh pengendara speda motor yang tak dikenal tersebut. Korban melaporkan pelaku ke Polsek Kota, Sumenep.

“Saya sudah laporkan pelaku. Dia ngaku orangnya Dasuk. Tadi sore saya ke TKP bersama polisi. Saya juga sudah divisum. Saya berharap segera membekuk pelaku yang hampir membunuh saya”, pungkasnya kepada Madura Expose. [fer/tim]