http://www.policeline.co/

https://www.youtube.com/watch?v=DZIrFpWoaGs&index=2&list=LL8EqvtAP_0jsMbPwJr27RTA

MADURAEXPOSE.COM–Tercedrai sudah Icon Gerbang salam Pamekasan,saat dinodai oleh aksi tak bermoral disalah satu tempat hiburan Karaoke Wiraraja yang selama ini menjadi polemik karena dinilai sudah melabrak Peraturan yakni tanpa adanya Idzin yang jelas,namun terkesan dibiarkan oleh pihak pemerintah.

Terjadi sebuah aksi anarkis pada tanggal 2/4/17 sekitar pukul 17.00 Wib,ditempat Karaoke Wiraraja yakni adu jotos hebat,sehingga mendapatkan banyak kecaman daru berbagai elemen seperti yang terjadi waktu lalu oleh Suara Pemuda Dan Masyarakat Pamekasan (SPMP)

Informasi yang dihimpun oleh maduraexpose.com,peristiwa atau aksi anarkis tersebut bermula dari acara karaoke di lantai 2 gedung baru dan liar, antara Risma (18) dan Sogun (31), start sekitar pukul 15.30 dengan bayaran Rp.100.000/jam, hingga pukul 17.00.

Sogun (31) atau Pelaku, meminta Risma untuk berjoget,namun permintaan tersangka ditolak dengan alasan sang korban ke capean,sehingga terjadilah aksi anarkis Dengan cara Pelaku mengusir Korban dengan cara mendorong untuk keluar ruangan.

Dengan kejadian itu,korban merasa tidak terima dengan perlakuan pelaku,sehingga akhirnya korban melapor kepada Scurity, dan kemudian dari bebera orang menghampiri pelaku,dan sampai terjadilah aksi keributan di Room 2 lantai 2 Wiraraja,sehingga tingkat emosi keduanya memuncak dan pelaku secara tiba-tiba melayangkan Bugem ke arah Risma,hingga korban mengalami luka lebam dan luka lecet pada lenfan kiri Risma.hal ini dikatakan oleh Sri (40) petugas jaga malam di puskesmas tlanakan.

Sedangkan diambil dari keterangan Risma,Pelaku sempat mengancam korban,akan membuh korban jika kejadian tersebut,pihaknya melaporkan kepada kepolisian serta mengancam akan melaporkan Resto Wiraraja dan karaoke karena menjual minuman keras.

Pelaku dan kelompoknya adalah warga kabupaten sampang, saat itu lepas dari pantauan petugas,sehingga tersangka berhasil kabur dengan mengendarai Mobil Avanza Putih dengan Nopol M 7088 TR,menuju arah sampang dengan kecepatan lepas.

sekedar diketahui bahwa Risma, salah satu mahasiswa Di Pamekasan ini mengakui dengan adanya pengancaman pembunuhan yang di arahkan pelaku kepada dirinya sehingga Risma merasa ketakutan dan Trauma.

Zaini Werwer Ketua Komunitas Monitoring Dan Advokasi (KOMAD) sangat menyayangkan kepada pihak Pemerintah dan penegak hukum dengan adanya peristiwa tersebut.

” Kami sangat menyayangkan, kepada pihak penegak Perda dan penegak hukum, karena kejadian itu jelas-jelas mengusik dan mencederai aturan yang ada. Apalagi Tempat hiburan itu sempat dipersoalkan legalitasnya, kenapa semuanya bungkam, termasuk Lembaga Pers, padahal kejadian yang di arek lancor beberapa waktu lalu, maskipun tidak ada wartawan dilokasi, semuanya menggenjot pemberitaannya, dengan berbagai dalih, (mencederai Kota Gerbang Salam, dll). Tapi ketika ada kejadian seperti di Wiraraja malah semuanya tiarap. Ada apa?.” tegas Werwer .

” saya minta kepada Penegak Hukum, untuk mengusut tuntas kasus tersebut, dan Kepada Pihak Perizinan, jangan pandang Bulu, kalau sudah jelas melanggar aturan, pihak penegak perda harus berani menutup paksa tempat hiburan itu, kalau perda masih berlaku, kecuali sudah tidak difungsikan lagi.” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa saat ini masih dalam pelaporan dan sudah dalam penanganan Polres Pamekasan.

” masih laporan, biar nanti di arahkan ke Unit, dan sebenarnya kalau kasus seperti itu bisa ditangani langsung oleh Polsek,” tegas AKP. Bambang

Reporter : luthfiadi


loading...