Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM,JAKARTA – Terdakwa Jessica Kumala Wongso telah menjalani 27 kali persidangan dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, pada 6 Januari 2016. Mirna tewas diduga lantaran diracun sianida lewat es kopi Vietnam yang dipesan oleh Jessica.

Episode persidangan ini telah berlangsung selama empat bulan lamanya. Berikut perjalanan sidang yang dirangkum Okezone‎:

Rabu 15 Juni 2016:

Jessica mulai menjalani sidang perdana. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Jessica dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Tim kuasa hukum Jessica langsung menyampaikan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan tersebut. Dalam eksepsi-nya, dakwaan JPU disebut terlalu dangkal lantaran unsur pembunuhan berencana tidak dipenuhi.

Selasa 21 Juni 2016‎:

JPU memberikan tanggapan atas eksepsi Jessica. Jaksa membantah seluruh argumen tim kuasa hukum Jessica. Menurut jaksa, dakwaannya tidak menitikberatkan alat atau objek pembunuhan, tetapi mengabaikan peran subjek.

Peran subjek yang dimaksud sangat penting dalam memberikan gambaran tentang adanya ketersediaan waktu yang cukup sejak timbulnya perencanaan pembunuhan hingga pelaksanaan.

Selasa 28 Juni 2016:

Majelis hakim menolak semua eksepsi Jessica dan memutuskan melanjutkan persidangan ke pokok perkara.

Selasa 12 Juli 2016:

Ayah Mirna, Edi Dharmawan Salihin; suami Mirna, Arief Soemarko; dan kembaran Mirna, Sendy Salihin; memberikan keterangan dalam persidangan. Pada kesaksiannya, Dharmawan menyebut dirinya meminta dokter untuk mengambil cairan dari perut Mirna. Dia juga menceritakan bagaimana tingkah laku terdakwa yang dianggap mencurigakan selama di Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo.

Sementara itu, Arief menceritakan Jessica yang pernah marah besar kepada istrinya pada Oktober 2014. Hal itu lantaran Mirna menasihati mengenai hubungan Jessica dengan pacarnya, Patrick. Tak terima dengan nasihat Mirna, Jessica pun meninggalkan Mirna dalam pertemuan tersebut. Mirna takut kepada Jessica dan tidak ingin menemui Jessica sendirian.

Selanjutnya, Shandy Salihin mengungkapkan bahwa Jessica sempat mengirimkan artikel berita tentang es kopi Vietnam beracun setelah Mirna tewas. Dia merasa Jessica sengaja mengarahkannya agar menduga Mirna tewas karena mengonsumsi es kopi Vietnam.

Rabu 13 Juli 2016:

‎Boon Juwita alias Hani yang saat itu bersama Mirna dan Jessica di Kafe Olivier memberikan kesaksian dalam persidangan. Hani menceritakan kondisi Mirna usai menyeruput es kopi Vietnam. Mirna sempat meminta Hani untuk mencicipi minumannya lantaran tidak enak. Ia juga menyatakan Jessica sempat merasa sesak napas dan mengucapkan “I’m sorry” saat mengetahui Mirna meninggal.

Rabu 20 Juli 2016:

‎Persidangan mendengarkan kesaksian tiga pegawai Kafe Olivier, yaitu Aprilia Cindy Cornelia yang bekerja sebagai resepsionis, serta Marlon Alex Napitupulu dan Agus Triyono yang bekerja sebagai pelayan. Dalam kesaksian ketiganya, Jessica disebut tidak memiliki pilihan duduk di meja nomor 54 karena hanya meja itu yang kosong. Jessica juga disebut memiliki perilaku tidak biasa karena langsung membayar pesanannya.

Kamis 21 Juli 2016:

JPU kembali menghadirkan saksi pegawai Kafe Olivier. Dari sejumlah pegawai Olivier yang bersaksi dalam persidangan, dipastikan tidak ada satu pun yang melihat Jessica memasukkan sianida ke dalam es kopi Vietnam.

Rabu 27 Juli 2016:

Manajer Kafe Olivier bernama Devi dan pegawai Olivier lainnya kembali ‘bernyanyi’ di persidangan. Mereka menyebut Jessica tidak menolong Mirna saat kejang-kejang usai menyeruput es kopi Vietnam.

Jessica juga terlihat berperilaku aneh lantaran beberapa kali menggaruk-garuk tangannya. Pada saat bersamaan, Mirna sedang kejang-kejang.
(erh)