Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE— Gencarnya gerakan pembentukan Provinsi Madura oleh panitia persiapan pembentukan Provinsi Madura (P4M) menimbulkan pertanyaan. Siapa di balik gerakan tersebut?

Menurut juru Bicara P4M, Saribini, gencarnya tuntutan Provinsi Madura merupakan hal yang wajar. “Karena memang jarang terpublikasi di media, orang taunya Jimhur Saros dan beberapa tokoh saja,” katanya pada Jumat, 20 November 2015.

Menurut Sarbini, dalam gerakan ini justru Jimhur paling buncit bergabung. Jimhur adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan. Dia lalu ditugasi mempublikasikan wacana Provinsi Madura karena acara deklarasi sejak awal dirancang akan digelar di Kabupaten Bangkalan. “Kami butuh Jimhur untuk publikasi yang lebih luas,” ujar dia.

Terbentuknya P4M, ujar Sarbini, bermula pada 2012. Saat itu, Sarbini, yang bekas staf peneliti sekaligus dosen di ITB dan teman masa kecil Makruf Maulana, terlibat obrolan serius mengenai kemakmuran Pulau Madura. Makruf kini menjabat Ketua Kadin Kepulauan Riau.

Makruf punya bisnis industri plastik, galangan kapal, dan tambang batu granit. “Pendiri awal P4M, Pak Makruf dan saya. Sebenarnya ada satu lagi, namanya Qudsi, tapi sudah kurang aktif,” ujar dia. Sarbini dan Makruf lahir di Sumenep.

Setelah P4M terbentuk, Sarbini berujar, diadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh muda di empat kabupaten di Pulau Madura. Tidak hanya berbincang, tokoh muda itu kemudian juga direkrut bergabung dengan P4M dan menjadi pengurus di tiap kabupaten.

Yang pertama direkrut ialah Amrozi Helmi untuk wilayah Kabupaten Sumenep. Dia diketahui beberapa kali jadi calon legislator untuk DPR, tapi selalu gagal. Untuk Kabupaten Pamekasan, direkrutlah Masduki Toha. Dia pernah maju pemilihan kepala daerah Pamekasan sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan KH Kholilurrahman. Namun pasangan ini kalah oleh Achmad Syafi’I, bekas anggota DPR dari Partai Demokrat.

HotNews:  Romi Sebut Khofifah Ikut Rekomendasikan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim

Adapun untuk Kabupaten Sampang dan Bangkalan, tokoh muda yang direkrut ialah Ketua KNPI Sampang, Wafi. Dia juga menjabat Ketua Pemuda Pancasila Sampang. Untuk Bangkalan adalah Saleh Farhat, Ketua Pemuda Pancasila Bangkalan. Kini Saleh menjadi Ketua Kadin Bangkalan. “Kalau saya, setelah tak jadi dosen, saya terjun ke industri migas di Jakarta, sudah 10 tahun,” ucap dia.

Melihat sejarah panjang P4M, Sarbini menampik wacana pembentukan Provinsi Madura sebagai wacana dadakan dan tanpa konsep sebagaimana penilaian sejumlah kalangan. Saat ini, kata dia, telah terbentuk pengurus P4M tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. “Ini gerakan serius demi mewujudkan kesejahteraan warga Madura,” kata dia.

MUSTHOFA BISRI