ilustrasi/NET
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Puluhan warga Pulau Gili Raja Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar demo di depan kantor DPRD dan Pemkab setempat, Selasa (07/02/2017). Mereka menolak perusahaan migas yakni PT HCML yang melakukan pengeboran di perairan Gili Raja.

“Kami menilai perusahaan migas PT HCML hanya bekerja untuk kepentingan golongannya tanpa memikirkan warga di daerah terdampak,” terang Korlap aksi, Eko Wahyudi, Selasa (07/02/2017).

Menurutnya, tidak ada dampak positif yang diberikan perusahaan migas, bahkan peruntukannya tidak tepat sasaran kepada masyarakat sekitar pengeboran sehingga terkesan tidak transparan.

“Untuk apa dipertahankan kalau tidak bisa menghidupi warga sekitar pengeboran migas,” tukasnya.

Sementara Head Of Relation HCML, Hamim Tohari mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyusun AMDAL untuk pengembangan lapangan MAC.

“Sebagai bagian dari transparansi, kami (HCML, red) mengajak perwakilan tokoh masyarakat untuk duduk sebagai komisi AMDAL yang bertugas memberikan masukan agar dokumen AMDAL bisa komprehensif dan menyeluruh,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa pelaksanaan survey laut/marine survey kemarin adalah bagian dari penyusunan AMDAL yakni guna mengetahui kedalaman, arus dan kondisi tanah bawah laut.

“Hasil dari marine survey ini akan menjadi patokan dalam menentukan peralatan yang dipakai untuk pengembangan lapangan. Sedangkan lapangan MAC terletak sekitar 25 kilometer dari Pulau Gili Raja,” pungkasnya.

Selain itu, lanjut Hamim, sebelum survey dilakukan pihaknya sudah melakukan pengamatan/survey ke lokasi. Ternyata tidak ditemukan adanya rumpon.

“Kondisi tersebut yang merupakan hasil pengamatan lokasi tertuang dalam berita acara survey yang ditandatangani Camat Giligenting yang menyatakan bahwa area survey clear dari rumpon,” urainya menambahkan. (Nita/Fer)