Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang selam ini membuka lapak jualan mereka di area terminal lama Kota mengaku ketar-ketir dengan beredarnya relokasi dalam waktu dekat ini.

Saking khawatirnya, sejumlah perwakilan PKL sengaja mendatangi Bupati Sumenep, A.Busyro Karim untuk meminta solusi terbaik agar tetap berjualan ditempat yang strategis.

“Kami meminta adanya kebijakan penundaan relokasi hingga usai Ramadhan,” ungkap Jakfar, salah satu PKL yang ditemui awak media.

Menanggapi keluhan sejumlah PKL tersebut, Bupati Busyro mengaku sudah mempersiapkan sejumlah opsi yang bias ditempati oleh para pedagang. Ketiga tempat itu, lanjut suami Nurfitriana ini, yakni di Area Pasar Anom Baru, Stadion A.Yani dan kawasan Pasar Bangkal yang saat ini sudah mulai ditempati oleh para PKL pindahan dari Taman Adipura Sumenep setahun yang lalu.

“Kami sangat memahami kalau bulan puasa itu memang momennya para PKL. Pastinya, relokasi kami lakukan pasca lebaran,” ungkap Bupati Sumenep, A.Busyro Karim kepada awak media.

Bupati berharap relokasi PKL ini didukung oleh semua pihak dengan tujuan kebaikan bersama, yakni untuk mensukseskan program pemerintah daerah berupa realisasi ruang terbuka hijau di kawasan terminal lama.

Politisi yang sudah dua priode menjadi Ketua DPRD Sumenep ini menambahkan, untuk relokasi PKL di Terminal Lama, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada puluhan PKL yang sudah bertahun-tahun membuka lapak ditempat tersebut.

Untuk itu, pihaknya mempersilahkan para pemilik lapak untuk mempersiapkan diri menempati lokasi baru yang sudah dipersiapkan setelah lebaran.

“Intinya kami sangat menghargai keinginan para PKL yang meminta relokasi dilakukan setelah puasa Ramadhan. Kami sudah mengabulkan keinginan para PKL itu,” imbuhnya menambahkan.

HotNews:  Sumenep Baru: Hairul Anwar Ajak Millennial Belajar Investasi

Pihaknya juga menjelaskan, adanya relokasi puluhan PKL di Terminal Lama Sumenep itu, untuk menjalankan program pemerintah daerah yang akan menata kota di zoan hijau tersbeut. Selain itu, rencananya akan dilakukan pelebaran jalan, sekaligus jalan alternative menuju lingkar timur Kota Sumenep.

Busyro juga menegaskan, bahwa rencana relokasi ini tidak dilakukan secara serampangan. Apalagi, persoalan relokasi tersebut berkaitan dengan nasib para pedagang. Hal itu dibuktikan, dengan disiapkannya beberapa tempat alternative dan strategis yang bisa digunakan pedagang berjualan. [***/im@]