Hingga Kini, 11 aktivis nahi munkar dan 1 wartawan Masih Jadi Tahanan Polisi

0
462

MADURAEXPOSE.COM–lda Jawa Tengah. Padahal surat ketetapan untuk menggelar sidang Pengadilan Negeri (PN) Surakarta dan pemindahan penahanan ke rutan Surakarta telah diterbitkan. Tim Advokasi Nahi Mungkar (Tasnim) akhirnya mencari keadilan hingga ke Mahkamah Agung (MA).

Anggota Tasnim, Ahmad Sigit mengatakan Kamis (9/3/2017) pihaknya mendatangi Kejaksaan Agung dan Mahakamah Agung, mengadukan kejanggalan penanganan kasus Sosial Kitchen yang menyeret 11 aktivis nahi munkar dan wartawan Panjimas, Ranu Muda. Ia mengungkapkan ada perlakukan yang tidak lazim pada kepada tahanan kasus Sosial Kitchen.

Lanjutnya, dalam silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Surakarta dan Rutan Surakarta, pihaknya justru mendapat jawaban yang saling bertolak belakang. Kejari Surakarta tidak segera memindahkan tahanan dari Polda Jateng dengan alasan menunggu kesiapan rutan.

Sementara itu, Kepala Rutan Surakarta mengungkapkan jika sempat dihubungi Kajari sempat meminta rutan mengeluarkan surat bahwa rutan overload.

Permintaan ini tidak dikabulkan oleh Kepala Rutan, sebab jika keluar surat pernyataan bahwa rutan Surakarta overload maka mengacaukan seluruh proses hukum pidana yang berlangsung di Solo.Ia menilai Kejari Surakarta main mata dengan pihak tertentu agar kasus ini berlarut larut.

“Dari penjelasan yang bertolak belakang dan permintaan Kajari Surakarta itu, kami menduga ada sesuatu dibalik berlarut-larutnya kasus ini,” ujar Sigit, Kamis 9 Maret 2017.

Sigit menambahkan, sebelumnya tangal 7 Maret 2017, dari balik tahanan Polda Jateng Ketua Lasykar Umat Islam Surakarta (LUIS) Edi Lukito mengajukan peromohonan investigasi atas kejanggalan penanganan hukum yang menimpa dirinya. Edi Lukito turut terseret kasus Sosial Kitchen dan ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 20 Desember 2016 lalu.

“Surat dilayangkan ke Ombudsman, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Asisten bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kejaksaan Agung dan Dir Tahti Polda Jateng,” ujar Sigit.

Dalam suratnya, Edi menuturkan,berkas penyidikan 11 aktivis nahi mungkar dan wartawan Panjimas telah diserahkan lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan tanggal 13 Februari 2017.

Pihaknya juga telah menerima surat penetapan peradilan di Pengadilan Negeri Surakarta dan perpanjangan penahanan di rutan Surakarta dari 5 Maret hingga 3 April mendatang. Namun pihhaknya tidak kunjung dipindahkan. Edi merasa Kejaksaan Negeri Surakarta tidak melaksanakan penetapan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Surakarta.

“Kami mohon investigasi dan tindak lanjut atas tidak dilaksanakannya penetapan Pengadilan Negeri Surakarta tersebut demi asas kepastian hukum dan tertib administrasi. Kami juga memohon agar berkas kami segera dilimpahkan ke PN Surakarta agar segera disidangkan,” ujar Edi dalam surat tersebut. *

[Aan/Syaf/voa-i]