MADURAEXPOSE.COM–Babinsa Koramil 0827/22 Masalembu Koptu Parjoko menghadiri Sosialisasi tentang larangan penebangan pohon bakau bertempat di Kantor Desa Keramean Kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep, Madura-Jawa Timur, Selasa, (14/11/2017)

Dalam Sosialisali tersebut Kepala Desa Keramean menegaskan bahwa Negara Indonesia merupakan penghasil gas-gas rumah kaca terbesar ke tiga di dunia, sebagian besar akibat kebakaran hutan dan lahan gambut yang mencakup sekitar 80 persen dari emisi tersebut, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dilihat dari hal itu, diwilayah kita sebagian besar adalah wilayah pantai yang harus kita jaga dan kita kelestarian. Mulai dari penanaman bakau dan kelestariaannya dan pohon Bakau itu sendiri merupakan tumbuhan yang paling cocok di pinggiran laut, pantai maupun pesisir.

Kemudian Babinsa Koptu Parjoko menambahkan bahwa kita sebagai warga masyarakat bagian dari Bangsa Indoneaia Yang cinta Tanah Air harus melestarikan dan memelihara tanaman bakau tersebut.

Warga masyarakat atau siapapun dilarang untuk menebang pohon bakau, tanaman bakau selain tanaman untuk menahan air laut dikala pasang dan menjaga kontur tanah pantai atau pesisir, tetapi tanaman bakau itulah yang memperindah dan menghijaukan laut kita, “Jelas Koptu Prajoko”.

Setelah hutan bakau rindang dan lebat, maka akan mulai tampak beragam biota laut  seperti kepiting, udang, dan ikan. Mulai terlihat juga berbagai jenis ular endemik di sekitar bakau, seperti ular bakau, tudung piye bentuk berjengger sangat beracun dan mematikan. Namun, katanya,  tak menganggu apalagi pohon bakau tak hilang, “Ujar Babinsa”.

“Namun yang terpenting ancaman -ancaman yang membahayakan daerah kita terhindar karena adanya hutan bakau yang lebat dan Lestari di wilayah kita,” pungkasnya. (Sur/Fer)


loading...