kitab kuning, kitab turos
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE—Ketua Satua Mahasiswa Revolusi (SAMAR) secara khusus memberikan apresiasi mendalam kepada para santriwan-sntriwati Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan yang telah mengukir prestasi diajang Musabaqah baca kitab kuning Ihya’ Ulumudin, karya Imam Ghazali.

Event ini diselenggarakn oleh Pondok Pesantren Alkarimiyah, Braji, Gapura Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Sebagai alumni Pondok Pesantren Al-hamidy saya memberikan apresiasi yang sangat besar kepada adik-adik Saya di Alhamidy yang telah memenangkan lomba baca kitab ihya’ ulumuddin. Prestasi ini patut di apresiasi oleh seluruh elemen di Pamekasan yang selalu mendeklarasikan diri sebagai kota gerbang salam,” tutur Hamdi Djibril, Ketua SAMAR Pamekasan kepada Madura Expose, Senin 4 April 2016.

Aktivis mahasiswa yang dikenal sangat loyal dikalangan media ini menambahkan, harusnya Pemkab Pamekasan, disaat kondisi Kota Gerbang Salam yang kian memperihatinkan (krisis moral,Red) yang sudah semakin parah ini, mampu menangkal berbagai kemungkinan negatif dari berbagai arus globaliasi saat ini.

“Apalagi secara umum, dekadensi moral ini diperparah oleh sistem pendidikan yang ternyata kurang berpartisipasi dalam rangka memperbaiki moral pemuda sebagai penerus bangsa. Maka perlu kiranya kita kembali lagi pada metode pendidikan pesantren”, tandasnya.

Selama ini, lanjut Djibril, kehadiran Pondok Pesantren di tanah air telah memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam rangka mempersiapkan peminpin-pemimpin bangsa yang akan datang.

“Harapan saya pendidikan pesantren kedepan mendapatkan perhatian lebih khusus dari pemerintah daerah maupun pusat. Selama ini, jujur kita akui, ternyata sebagian besar pesantren-pesantren teracuhkan”, imbuhnya.

Hamdi Djibril juga berharap pemerintah melalui Dinas Pendidikan mampu menerapkan sistme pendidikan berbasis pesantren secara lebih komprehensif.

“Sudah waktunya pemerintah memberikan perhatian khusus kepada pendidikan di Pondok Pesantren. Jika ini terealisasi, saya haqqul yakin, insya Allah krisis moral dikalangan pemuda lebih mudah diminimalisir”, pungkasnya mengakhiri perbincangan dengan Madura Expose. [ADDARORI IBNU WARDI|FERRY ARBANIA]