Gubernur perpanjang darurat kekeringan di Jatim

0
536
Ist,kekeringan juga melanda wilayah Jember, Jawa Timur/Maduraexpose.com

Maduraexpose.com- Gubernur Jawa Timur Soekarwo memperpanjang status kondisi darurat kekeringan untuk wilayah setempat, dari yang semula 31 Oktober menjadi 1 Desember 2015.

“Perpanjangan status dilakukan setelah musim hujan tak kunjung turun di Jatim,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, juga mengaku sudah mendapat informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda bahwa awal musim penghujan diperkirakan akhir November.

Bahkan, lanjut dia, sejak pertengahan Oktober cuaca di Jawa Timur cenderung panas dampak dari posisi Matahari yang berada tepat di atas provinsi paling ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Selain itu, lanjut dia, semakin lamanya musim penghujan maka berimbas pada musim tanam yang mundur dari jadwal sehingga dikawatirkan stok pangan terganggu.

Sebagai langkah antisipasi, kata dia, Pemprov Jatim telah berkirim surat ke Presiden untuk melakukan rekayasa pengiriman stok ke luar provinsi.

“Kami terpaksa menghentikan sementara pengiriman beras, gula dan sembako ke luar provinsi. Kemungkinan sampai Maret tahun depan,” kata mantan Sekdaprov Jatim tersebut.

Kendati demikian, orang nomor satu di Jatim itu meminta warga tidak panik akibat terganggunya stok pangan karena sudah dijamin masih tersedia untuk 38 kabupaten/kota.

“Gudang-gudang Bulog masih penuh beras semua dan ini menujukkan meski musim kemarau, tapi beras aman. Masyarakat tak perlu khawatir,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya gubernur juga mengaku sudah meminta secara khusus kepada kepala daerah, termasuk para penjabat sementara untuk selalu waspada akan ketersediaan pangan dan langsung turun ke daerah berkonsolidasi dengan seluruh pihak.

“Itu penting dan harus selalu waspada memantau akan ketersediaan kebutuhan sembako,” katanya.

Menurut dia, kewaspadaan terhadap ketersediaan sembako dikarenakan ada kemungkinan musim penghujan akan mundur sehingga sangat berpengaruh pada musim tanam, yang imbasnya di musim panen mendatang.

Editor: Tasrief Tarmizi
Sumber:Antaranews