Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Dalam rangka memperingati HUT RI Ke-71, GPLHK (Gerakan Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kebudayaan) Madura Jawa Timur mengadakan acara Sekolah Alam dan Pengibaran 71 Bendera Merah Putih yang dilaksanakan bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, yaitu pada hari Rabu, 17 Agustus 2016 dengan tema “Merdeka Negeriku, Lestari Alamku”. Acara ini bertempat di Bukit Patapaan, Desa Pakondang Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ketua GPLHK Madura, Moh. Tazam mengatakan selain pengibaran bendera merah putih juga diadakan sekolah alam yang diikuti oleh organisasi yang peduli dengan lingkungan hidup dan kebudayaan.

“Belakangan ini kami gencar menyuarakan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar, acaranya terbilang unik dan menarik. Acara dibuka oleh bapak Arrahman Faisal (kepala desa pakondang), Rubaru. Dengan rangkaian acara pembukaan pembukaan, pengibaran 71 bendera merah putih, dan sekolah alam,” kata Tazam.

Di dalamnya mengusung tentang pentingnya lingkungan hidup.Ubay, salah satu peserta yang berasal dari SMK Al-Marzuqi mengungkapkan “acara ini begitu luar biasa. Meski dilakukan dengan sederhana, tapi timbul kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar di hati dan pikiran saya sebagai peserta”. Uniknya, ada pengibaran 71 bendera merah putih, jumlah bendera yang dikibarkan sesuai dengan usia kemerdekaan Negara Indonesia”, lanjutnya.

Sekolah Alam tersebut diikuti oleh banyak kalangan. Yaitu siswa, mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat setempat dan masyarakat umum. Sekolah alam (materi) inipun di sampaikan oleh salah Pembina GPLHK, seorang kandidat doctor di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, yakni Salamet, salah seorang yang berdomisili di desa Paberasan.

Sekolah alam semacam ini, menurut dia, penting untuk digelar secara berkesinambungan, karena mengasah anak didik akan kecintaannya terhadap tanah air dapat dilakukan melalui tindakan atau aksi berkenaan dengan perhatian kita terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup, ini juga sangat cocok untuk mengisi kemerdekaan Negara Indonesia yang usianya mulai dewasa dan bahkan tua.

“Pelaksana sekaligus ketua dari GPLHK, bahwa keluaran yang dihasilkan dari acara ini adalah untuk menstimulus peserta acara sekolah alam dan pengibaran 71 bendera ini untuk peduli terhadap lingkungan. Dengan begitu, supaya mereka (para peserta) dapat menularkan kesadaran dan kecintaan terhadap lingkungan kepada masyarakat atau warga yang lainnya,” pukasnya. [D2k/Fer]