Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Surabaya, Madura Expose– Gong Genderang Golkar di puncak suhu panasnya situasi sosio politik dan membuncahnya semangat kemenangan partai berlambang pohon Beringin Keramat ini akan ditabuh keras oleh Ketua Umum PG H. Airlangga Hartarto di DBL Jawa Pos Surabaya Jatim, pada hari Minggu Wage, 14/4/2019.

Airlangga Hartarto sebelumnya, sudah memotivasi sekaligus menyemangati para kader dan keluarga besar Golkar Jatim di Surabaya dengan disertai penunjukan 5 tokoh andalan untuk memicu kenaikkan target perolehan kursi di DPRD Provinsi dan khususnya DPR RI itu tidak hanya dapat 1 buah saja tetapi 2 buah dari setiap Dapil (daerah pemilihan).
“Kita ingin ada 2 orang kader Golkar dari setiap Dapil duduk di Legislatif, ” tegas Ketum Golkar di kantor PG Jatim, waktu itu.

Para Srikandi PG Jatim, ketika foto bersama H. Sambari Halim Bupati Gresik yang dielu-elukan oleh Plt Ketua PG Jatim Zainudin Amali bersama ribuan kader PG dari Dapil Gresik & Lamongan, waktu itu.

Agar pula harapan dan perintah sosok Ketum PG terwujud, Bung AH panggilan akrabnya ini, secara taktis menugaskan khusus kepada figur-figur tauladan faktual yang antara lain Ridwan Hisjam di Dapil V Jatim, Yahya Zaini di Dapil VIII Jatim, Zainuddin Amali di Dapil II Jatim, Sahat Tua Simanjuntak di Dapil VII Jatim dan tidak ketinggalan Adies Kadir di Dapil I Jatim.

“Ridwan Hisjam adalah maha patihnya, di Dapil V Jatim ini diharapkan memperoleh 2 kursi, kalaulah hanya dapat 1 kursi maka mahanya hilang dan tinggal patihnya,” seloroh Ketum Partai Golkar, yang disambut seluruh Caleg, Kader, Ketua & Sekretaris PG kokab seluruh Jatim yang hadir itu tersenyum dan tepuk tangan. Tapi Bung AH ini pun buru-buru
sebut sang mantan Ketua Golkar Jatim itu cukup tangguh dalam menghadapi berbagai ujian berat.

Memang, di masa kepemimpinan Ridwan, Kantor Golkar Jatim ini diduga dibakar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, dan bertahap diperbaiki lagi sampai masa sekarang oleh duetnya kepemimpinan Zainudin Amali & Sahat T. Simanjuntak.

Bung AH pun, sekitar sebulan kemudian hadir dalam silaturahim di Dapil Gresik dan Lamongan, ia serius betul memacu semangat kebersamaan para kader juga calegnya untuk memperoleh 2 kursi di dapil kota Pudak dan para Wali yang pernah sukses meneguhkan Giri Kedaton di tengah Emperium Kesultanan Demak itu benar-benar bisa pula dapat 2 kursi.

Bung AH yang juga Menteri Perindustrian ini menandai noktah sejarah dalam Pileg & Pilpres 2019 di balik Kampanye Akbar meski masa coblosannya hanya tersisa sekitar 10 hari, upayanya sangat beralasan agar PG Jatim sebagai tolok ukur nasional itu dibuktikan dalam perolehan kursi sesuai target sekitar 17 kursi untuk DPR RI. “Ayo, kita rebut suara terbanyak dan buktikan PG Jatim berwibawa,” tambah Bung AH, dalam nada penuh optimis.

Bila sementara ini menyibak data elektabilitas yang disajikan oleh berbagai lembaga survei bahwa secara nasional Partai Golkar sekitar 12-13%, ini berarti bagi PG Jatim terproyeksikan siluetnya belum beranjak naik sehingga analog dengan perolehan kursinya sama pada Pileg 2014 kemarin yang dapat 11 kursi atawa setiap dapilnya itu baru terengkuh 1 kursi, yang berarti pula masih statis dan belum lebih baik.

Suasana Kekeluargaan PG, ketika di Gresik. Dari kanan : Ketum PG Airlangga Hartarto, Denny, Sambari Halim, Harbiah Salahudin.

Bertahan ataukah tertahankah itu? Walau berbagai masalah dan badai menerpa Sang Pohon Beringin Keramat ini, sejak isu dualisme disusul hantaman kasus-kasus tipikor, namun seluruh kader dan petinggi PG itu tetap berusaha kompak, solid dan optimis dalam menghadapinya.Sekali layar terkembang, kita pantang surut untuk merebut kemenangan agar Golkar Jaya.

“Ya, mumpung masih ada waktu, kita kerja keras lagi semua, tanpa kenal lelah untuk raih 17% lebih di tataran nasional,” ujar seorang Srikandi Soksi yang tak kenan disebut namanya ini.(MA.@@)