Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep (Madura Expose) –Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)masayarakat Gili Raja, Desa Banmaleng, Kecamatan Gili Genting akhirnya menggelinding ke ranah hukum setelah korban melaporkan kasus tersebut ke pihak Polres Sumenep.

Idayati, korban kekerasan rumah tangga melaporkan suaminya ke Polres Sumenep dengan laporan polisi nomer :LP/74/V/2019/JATIM/RES SMP tanggal 18 mei 2019.

Idayati resmi menikah dengan marsiwi tgl 15 september 2011 dan tercatat buku nikah Kementrian Agama Republik Indonesia. Namun beberapa bulan terakhir dirinya tertimpa musibah sehingga mengajukan proses cerai pada tgl 16 mei 2019.

Sebelum melakukan proses sidang, Marsiwi suami terlapor Idayati diduga melakukan kekerasan rumah tangga hingga berbuntut pelaporan ke pihak Polres Sumenep.

Dugaan tindak pidana kekerasan itu terjadi pada kamis (16/05201) sekira pukul 08.00 wib dimana terlapor mendatangi rumah pelapor yang kebetulan ada d rumah saudaranya yang bernama H. Zaini.

“Kemudian terlapor berteriak memanggil pelapor dan mengajak pelapor untuk ngantar mengambil kambing yang di duga hasil gono gininya. Karena Idayati tidak mau ,suaminya langsung mencekik leher pelapor,” demikian Bambang salah satu aktivis yang mendampingi korban.

Tak hanya itu,terlapor juga diduga menganiaya seorang nenek bernama Miswani karena berusaha melerainnya. Buntutnya pria kejam itu dilaporkan ke Mapolsek Giligenting oleh ibu miswani dengan bukti visum Puskesmas Gili Raja.

Marsiwi berhadapan dengan dua laporan yang merupakan dugaan laporan penganiayaan ibu miswani dan kekerasan rumah tangga terhadap istrinya dengan jeratan pasal 44. Uu no 23.2004 tentang KDRT.

Bambang Supratman selaku pendamping pelapor meminta kepada penegak hukum untuk di proses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Biar ada efek jera, bahwa kekerasan rumah tangga berhadapan dengan hukum,” paparnya singkat kepada Redaksi. (fer)

HotNews:  Jelang Pilkades, LSM Minta DPMD Sumenep Tidak Main Mata Soal SK