Madura Expose. Munculnya pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, Setyo Utomo menimbulkan kekesalan terhadap sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat. Pihaknya selaku penegak hukum dinilai tidak bekerja secara profesional dalam menjalankan amanahnya.

Sebagaimana dilansir beberapa Media, Pernyataan Kepala Kajari Sampang dinilai kurang mendidik serta cenderung menjadi pembodohan terhadap masyarakat luas. Dalam pernyataannya ia menyebutkan bahwa sepanjang ia menjabat pihaknya menerima sebanyak dua puluh tiga (23) laporan proyek dari LSM Kabupaten Sampang. Namun, menurutnya ia tidak menemukan unsur tindak pidana korupsi. Bahkan dirinya mengaku seakan instansinya di peralat oleh oknum pelapor, Rabu (05/12/2018).

“Tapi sayangnya dari 23 laporan tersebut tidak ada yang terindikasi tindak pidana korupsi, setelah saya pelajari indikasinya apa?. Indikasinya hanya karena sebagian dari komponen masyarakat tersebut tidak mendapatkan pekerjaan. Seh8ngga sakit hati pada teman-teman yang dapat proyek,” ujar Setyo sebagaimana dilansir beberapa media.

Akibat pernyataan itu sejumlah LSM di Kabupaten Sampang merasa keberatan, Hal itu disampaikan Ketua LSM Bhayangkara Indonesia (Bharindo) M. Badrus Sholeh, SH., ia mengaku kecewa atas pernyataan sosok Pemimpin Penegak Hukum itu. Menurutnya dalam penegakan hukum sesuai dengan fakta dan pengembangan penyelidikan bukan latar belakang dari pada kasus itu sendiri.

“Sangat kami sayangkan padahal hal seperti itu sulit dibuktikan, lebih-lebih pernyataan seperti itu muncul dari sosok Pemimpin Penegak Hukum. Harusnya ia menyidik sesuai fakta-fakta dan data-data yang ada, jika ada indikasi kecurangan atau pelanggaran, apakah akan dibiarkan begitu saja,” katanya pada beritalima.com.

BACA JUGA : Kejari Sampang Dalami Kasus SPAM di Jalan Kusuma Bangsa

Disinggungnya, “Pantas saja kasus yang kami laporkan mengenai Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di Jalan Kusuma Bangsa Sampang yang sudah jelas terjadi gagal bangunan pihak Kejari Sampang plonga-plongo. Ternyata begitu pihak Kejari dalam menangani kasus,” kesalnya.

HotNews:  Menjelajahi Komplek Bangunan Kuno Jejak Kejayaan PT Garam Sumenep

Hal senada juga disampaikan Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sampang, Sudar, SE., juga mengaku kesal akan pernyataan Kepala Kajari Sampang. Menurutnya apakah semua kasus yang dilaporkan oleh LSM ada unsur Politik? Tentu tidak. Ia mengaku mendampingi masyarakat melaporkan pekerjaan embung di wilayah Sokobanah karena masyarakat banyak yang dirugikan.

“Pantas saja kasus Embung saya laporkan mati di tengah jalan. Ternyata begini kinerja penegak hukum di Kabupaten Sampang lebih-lebih Kejari Sampang. Apakah fakta tidak cukup membuktikan kebobrokan pihak Dinas terkait. Kami menduga pihak Kejari menjalin kerja sama dengan pihak Dinas. sehingga seakan-akan melindungi partnernya,” pungkasnya.

(Adi/Mex)