Gadis Pamekasan Jadi Korban Perkosaan

0
1523
Ilustrasi gadis cantik/Istimewa

Maduraexpose.com- Sebut saja namanya Seroja, perawan berusia 14 tahun, tinggal di Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, Madura yang menjadi korban kekerasan seksual oleh pacar dan kakak tirinya.

Awal petaka yang menimpa perawan desa yang malang ini saat orang tua korban bercerai. Seroja ikut ibu kandungnya yang menikah lagi dengan laki-laki lain yang memiliki anak laki-laki. Diluar nalar, ternyata anak dari suami kedua Ibu Seroja inilah membawa petaka yang merenggut keperawanan anak kandungnya sendiri.

“Putri saya tinggal bersama Ibunya yang menikah lagi. Anak saya malah diperkosa kakak tirinya”, tutur MJ (59) ayah kandung korban dengan tatapan mata berkaca-kaca. Kejadian yang memilukan itu,lanjutnya, tahun 2014 lalu saat putrinya masih berusia 13 tahun.

Tak hanya itu, korban juga dipaksa menikah dengan laki-laki lain yang lebih pantas menjadi pamannya. Pertautan usia yang sangat jauh ini membuat Seroja merasa sangat tertekan.
“Meski anak saya tidak mau, pernikahan tetap dilanjutkan dengan mengundang penghulu dan walinya malah direkayasa”, imbuhnya.

MJ memastikan saat akad nikah berlangsung, walinya direkayasa karena dirinya tidak dilibatkan.
“Saya bapak kandungnya masih hidup, kenapa walinya menggunakan orang lain. Apa itu tidak direkayasa”, tandasnya menahan pilu.

Rupanya pernikahan Seroja dengan suami “bayaran” itu tidak berlangsung lama. Setelah berhasil digauli suaminya, korban diberi uang sebesar Rp 1,5 juta. Namun uang tersebut oleh suaminya disuruh kasihkan ke ibunya. Korban yang masih lugu menuruti permintaan suaminya.

MJ sendiri bercerai dengan istrinya sekitar 12 tahun silam saat Seroja masih berumur dua tahun. Ayah korban menduga ada unsur jual beli terhadap putrinya dengan modus pernikahan berbayar. Tak hanya itu, baru-baru ini korban diperkosa oleh pacarnya sendiri disebuah lapangan di Pamekasan.

Editor: Ferry Arbania