Jakarta [Madura Expose] – Dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diduga melibatkan Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fanny Syafriansyah (Ivan Haz) menemui titik terang. Pasalnya, Presiden sudah menandatangani surat pemeriksaan untuk Ivan Haz yang sudah dikirimkan kepada Mabes Polri melalui Sekretariat Kabinet (Setneg).

“Surat perintah pemeriksaan yang sudah resmi di tandatangani Presiden merupakan titik balik dari kebekuan proses hukum yang harus dijalankan Ivan Haz. Karena sudah sekitar 4,5 bulan kasus ini belum menemui kejelasan. Kita tentu mengapresiasi ditekennya surat perintah pemeriksaan untuk Ivan Haz oleh Presiden. Tinggal kita tunggu saja bagaimana proses pemeriksaan untuk Ivan Haz di Polda Metro Jaya nanti,” kata Ketua Umum Front Pemuda Madura Kepulauan (FPMK), Asep Irama di Jakarta pada Sabtu (20/02/2016).

Sekalipun demikian, Asep juga mendesak PPP segera mem-PAW (Pergantian Antar Waktu) Ivan Haz baik dari keanggotaan DPR dan partai, karena dianggap lalai menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota dewan dan kader partai berlambang ka`bah itu.

“Etika itu posisinya paling sentral dibandingkan aspek yang lain. Dugaan KDRT oleh Ivan Haz tentu saja bertentangan dengan prinsip etika anggota kedewanan dan spirit perjuangan partai. Oleh karena itu, baiknya PPP segera mem-PAW kader bermasalah seperti dia (Ivan Haz). Apalagi polisi sudah menetapkan Ivan Haz sebagai tersangka jauh sebelum turunnya surat pemeriksaan untuk Ivan Haz oleh Presiden,” imbuh Asep.

Selain itu, FPMK menurut Asep juga berkewajiban secara moral untuk mengawal kasus Ivan Haz di Polda Metro Jaya. Karena lanjut Asep, Ivan Haz adalah satu dari delapan legislator terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI Madura, Jawa Timur untuk mewakili masyarakat Madura di Senayan melalui gelaran Pemilu Legislatif (Pileg) pada tahun 2014 silam.

“Sejak awal FPMK begitu menyayangkan tindakan ‘amoral’ Ivan Haz. Karena bagaimanapun Ia adalah wakil kami di Senayan. Sehingga ke depan FPMK juga akan terus mengawal proses hukum sampai pada tahap putusan pengadilan di persidangan nanti. Karena memang beberapa bukti sebagaimana disampaikan kepolisian, Ivan Haz diduga kuat juga terlibat dalam KDRT atas pembantunya sendiri, sebagaimana ditunjukkan dalam rekaman CCTV,” terang Asep.

Sebelumnya, Ivan Haz dan istrinya Amnah dilaporkan asisten rumah tangganya ke Mapolda Metro Jaya pada 30 September tahun lalu dengan tudingan penganiayaan. Hal ini juga mendapat sorotan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Lembaga pimpinan pengacara Alvon Kurnia Palma tersebut turut mendampingi Toipah dalam mencari keadilan.

[Aiz/fer**]