Mohammad Sutrisno Ketua FKMS/MaduraExpose.com
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Madura Expose. Mohammad Sutrisno Ketua FKMS (Front Keluarga Mahasiswa Sumenep) menilai keberadaan pengusaha tambak liar atau nakal yang selama ini beroperasi tanpa memperhatikan perijinan wajib ditinda tegas.

Menurut dia, pengusaha yang beroperasi secara ilegal tak jauh beda dengan pencuri yang sangat berbahaya karena merugikan masyarakat.

“Pengusaha tambak udang yang tidak mengatongi izin hampir sama dengan pencuri. Masak sumenep mau membiarkan pencuri bebas?”,ujarnya melalui pesan singkat yang diterina Redaksi MaduraExpose.com, Sabtu 16 Maret 2019.

Sutrisno khawatir, dugaan pembiaran terhadap beroperasinya tambak udang yang tak berijin itu akan berdampak buruk bagi kepentingan Sumenep kedepan.

“Kalau ini dibiarkan, bisa jadi Sumenep akan jadi banjakan pengusaha nakal yg tidak bertanggung jawab. Jika pengusaha nakal tersebut tidak ditindak tegas, maka akan banyak pengusaha nakal lain yang akan mengikuti,”tandasnya.

Maraknya tambak yang tak berijin ini dibenarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. menurutnya, banyak pengusaha tambak udang di wilayahnya yang belum memiliki izin berupa dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).

“Tidak sampai sepuluh, kalau tidak salah ada lima yang memiliki UKL-UPL atau tambak yang memiliki izin,” kata M. Syahrial, Kepala DLH Sumenep, Kamis,

Kelima tambak udang yang memiliki dokumen UKL-UPL itu,lanjut dia, tersebar di lima kecamatan wilayah Pantai Utara (Pantura) seperti kecamatan Dasuk, Dungkek, Batang-Batang, Ambunten dan Kecamatan Gapura, Sumenep,Madura,Jawa Timur.

Sayangnya,Kadis ini malah mengaku hanya mengawasi yang berijin saja. “yang kami awasi hanya yang berizin saja,”imbuhnya tanpa beban sedikitpun.

(jun/fer)

HotNews:  Dana Desa Kertasada Dilaporkan ke Polres Sumenep