Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE– Sineas Garin Nugroho menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak karya dari sutradara wanita untuk memberikan perspektif baru kepada penonton. Dalam sesi “Crossout Asia” Festival Film Tokyo 2018 (Tokyo International Film Festival/TIFF), Garin menceritakan bahwa Indonesia memiliki dua sutradara wanita hebat yakni Mouly Surya dan Kamila Andini. Mereka menelurkan karya Marlina si Pembunuh dalam Empat Babakdan The Seen and Unseen.

Untuk itu, ia menilai hadirnya sutradara wanita memberikan corak dan perspektif yang berbeda. Karena film tersebut akan disampaikan melalui sudut pandang perempuan. “Untuk film Indonesia, kami punya dua film director perempuan yang sangat kuat, Mouly dan Kamila,” kata Garin saat seusai pemutaran film Ach…Aku Jatuh Cinta atau Chaotic Love Poems di Toho Cinemas Roppongi, Tokyo, Jumat (26/10).

Garin mengatakan, sangat penting mensupport film dari sutradara perempuan karena banyak film membutuhkan perspektif perempuan. Sutradara Cinta Dalam Sepotong Roti itu pun memprakarsai ide Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak dan menyerahkan film itu agar digarap Mouly Surya. “Ini agar mendapat sentuhan perempuan, sesuai perspektif film itu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ketika punya ide Marlinamuncul, dia menyampaikan ke Mouly bahwa itu cerita favoritnya. “Ini cerita yang saya suka dan yang terbaik,” kata Garin.

Lalu dia menimpali sambil menyebut bahwa film itu butuh perspektif perempuan. “Saya katakan jadi tolong buatkan filmnya. Kalau saya yang buat, filmnya pasti berbeda, walaupun ceritanya dari saya,” kata GArin.

Hadirnya dua pengarah film perempuan itu membuat Garin optimistis akan banyak film director yang bermunculan di panggung film Indonesia. “Saya rasa di masa depan, kami akan punya banyak director perempuan, dan saya harap semakin banyak karena point of view-nya adalah pengembangan dari perspektif perempuan,” pungkas dia.

(ROL/ANT)