Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Pamekasan (MaduraExpose.com) Madura dikenal sebagai Pulau tradisional. Sebagian besar masyarakatnya beragama Islam.

Pulau yang terkenal dengan Garamnya ini terkenal sebagai kaum ‘sarungan’ (santri) yang berpengaruh terhadap cara berfikir masyarakatnya, begitu juga dengan perempuan Madura.

Fifiin Alfia Damayanti, dara kelahiran 1 Juni 1990 ini enggan untuk sependapat dengan masyarakat. Fifin mengatakan, seorang perempuan tidak selalu identik dengan pekerjaan ‘dapur’ saja.

Antara laki-laki dan perempuan, lanjutnya, memiliki kemampuan berfikir yang sama. Meskipun, ada kekurangan dan kelebihan masing-masing.

“Perempuan itu layak mendapatkan pendidikan dan kesempatan berkarir yang sama dengan laki-laki. Meskipun, perempuan itu mempunyai Keterbatasan-keterbatasa.” ujar dara manis yang juga karyawan Galeri Investasi Pamekasan ini kepada MaduraExpose.com.

“Di Era Modern ini, seharusnya masyarakat mengambil hikmah dari Kisah asmara Rasulullah dengan Siti Khadijah. Dimana, Khadijah menjadi pelengkap perjuangan Rasul. Khadijah itu seorang perempuan yang mempunyai kemampuan Leadership yang tinggi. Dan, kekayaannya dipersembahkan untuk Islam”. Imbuhnya.

Dara yang bercita-cita ingin menjadi Pengusaha ini menambahkan, andai masyarakat menyadari bahwa perempuan itu mempunyai peran yang cukup urgen dalam rumah tangga, otomatis tidak ada lagi Perempuan (terutama perempuan Madura) yang menikah dini.

“Pendidikan untuk perempuan itu juga sangat menentukan terhadap rumah tangga”, pungkasnya.

(Add/Fer)